Organ Hilang karena Pembusukan
Pada kesempatan itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa buka suara soal kejanggalan penemuan mayat balita tanpa kepala di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Dilansir TribunWow.com, Damus Asa membenarkan jika mayat balita itu ditemukan dalam kondisi sebagian besar organ dalam hilang.
Damus Asa menyebut balita itu bukanlah korban pembunuhan.
Menurutnya, organ dalam mayat balita itu hilang karena proses pembusukan.
"Dan memang kemungkinan besar awalnya kita menduga itu adalah anak hilang yang dilaporkan ke kita," terang Damus.
"Namun, kita tidak begitu saja percaya walaupun kedua orangtua meyakinkan bahwa itu adalah anak dari Bambang Sulis dan Meli Sari."
• Orang Tua dari Balita yang Ditemukan Tanpa Kepala Sebut Ada Kejanggalan dalam Kematian Anaknya
Karena itu, setelah berhasil mengevakuasi, pihak kepolisian langsung membawa mayat balita itu ke rumah sakit untuk menjalani visum.
Dasum mengakui, saat ditemukan sebagian besar organ dalam mayat balita itu sudah hilang.
"Kita melakukan visum kemudian kita lakukan tes DNA untuk menyatakan kemungkinan bahwa korban adalah anak dari kedua pasangan suami istri tersebut," terang Dasum.
"Dan memang saat kita bawa ke rumah sakit memang sebagian besar organ tubuh korban sudah tidak ada."
Tak hanya organ dalam, Dasum juga menyebut sejumlah bagian tubuh mayat balita itu juga tak ditemukan.
"Di antaranya kepala, lengan bagian kanan maupun kiri, telapak kaki, dan organ dalam sebagian besar sudah tidak ada," terang Dasum.
• Jasad Balita Tanpa Kepala Ditemukan di Samarinda, Polisi Ungkap Dua Kemungkinan Ini
Terkait tak ditemukannya bagian tubuh dan organ dalam, Dasum menyebut hal itu disebabkan karena mayat sudah mengalami pembusukan.
Dasum menyebut, sebagian tubuh mayat yang hilang itu hancur karena pembusukan.
"Organ dalam sebagian besar tidak ada karena memang posisinya sudah busuk," kata Dasum.
"Dari keterangan dokter kemarin waktu kita ke sana, jenazah mengalami pembusukan yang berkelanjutan sehingga tubuhnya hancur."
"Karena kurang lebih 16 hari hilangnya anak tersebut baru ditemukan," sambungnya.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)