Postingan foto tersebut juga disertai caption yang cukup panjang.
"Saya bermimpi untuk pensiun di Bali United.
Terkadang mimpi tidak selalu berjalan seperti yang kita rencanakan. Mimpi itu bagian dari permainan.
Terkadang pintu menutup tetapi itu berarti pintu lain juga akan terbuka
Saya percaya bahwa langkah saya selanjutnya akan menjadi babak yang hebat dalam karier dan kehidupan saya," ungkap pemain 31 tahun itu.
"Saya sedih karena harus pergi tetapi saya juga sangat bersemangat untuk sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
Saya selalu memberikan segalanya untuk Bali United, tidak hanya disaat yang baik tapi juga di saat yang buruk.
Dari menjadi juara tanpa piala hingga melindungi tim kami dari supporter yang tidak senang. Tapi lihatlah kemana semua ini membawa kita.
BERSAMA KITA MENJADI JUARA! Tidak hanya para pemain, staf, dan manajemen, tetapi juga para supporter, kita bersama menjadi juara, tanpa dukungan kalian yang luar biasa kita tidak akan pernah bisa mencapai apa yang telah kita lakukan," lanjutnya.
• Irfan Bachdim Ungkap Alasan Terima Rekrutan PSS Sleman, Sebut Visi Pelatih seperti Klub-klub Eropa
Namun, mimpi itu diakuinya hanya tinggal mimpi belaka.
Dengan berbagai pertimbangan, impian, usia dan keluarga, Irfan Bachdim harus rela move on dan menyambut mimpi barunya di PSS Sleman.
Ia menyadari bahwa apapun bisa berubah dalam sepak bola.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk yakin dengan pilihan terbaiknya, yakni bergabung dengan PSS Sleman.
"Inginnya pensiun di Bali United tapi harus ke Sleman. Saya harus jujur, saya sudah punya keluarga dan sudah 31 tahun juga. Saya pikir mungkin sampai akhir karir bisa bermain di Bali," kata Irfan Bachdim.
"Tapi itu hanya mimpi. Di dalam sepak bola bisa berubah juga. Some doors open some doors close again. Dan saya tahu itu yang paling bagus untuk saya," ujar Irfan Bachdim.
(TribunWow.com/Anung Malik/Rilo)