TRIBUNWOW.COM - Pelatih Kepala Bali United Stefano Cugurra Teco buka suara soal dipanggilnya sejumlah pemain klub asuhannya oleh Timnas Indonesia.
Teco merasakan dilema karena kompetisi Liga 1 2020 akan dimulai sebentar lagi.
Ketujuh pemain Skuat Serdadu Tridatu yang akan dipanggil di antaranya adalah Nadeo Argawinata, Ilija Spasojevic, Irfan Jauhri, Gavin Kwan Adsit, Stefano Lilipaly, Lerby Eliandri dan Ricky Fajrin.
• Deretan Pemain Naturalisasi di Liga 1 2020: Persib Terbanyak, Bali United Berkurang, Arema FC?
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Bali.com, Kamis (13/2/2020), pemanggilan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada 26 Maret 2020.
Teco mengatakan baginya kompetisi Liga 1 menjadi prioritasnya dibandingkan Timnas.
"Kita harus melihat yang terbaik buat kedua belah pihak, bukan Bali United tetapi buat timnas Indonesia juga, tapi saya pikir kompetisi resmi sekarang ada di dalam klub bukan timnas Indonesia," ujar Teco.
Ia mengatakan akan berdiskusi dengan PSSI terkait pemanggilan pemain klub asuhannya itu.
"Kan di sana hanya buat latihan, saat pelatih timnas bisa melihat pemain di pertandingan itu lebih bagus," ucap Teco.
Sebelumnya, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong telah melihat bagaimana penampilan Bali United pada ajang Piala AFC 2020 melawan Than Quang Ninh.
Pada pertandingan tersebut Bali United berhasil menang dengan skor 4-1.
Hingga kini Teco mengatakan belum ada surat resmi terkait pemanggilan pemainnnya.
"Terkait pemanggilan pemain, saat ini belum ada surat dari PSSI untuk Trainning Centre (TC) yang ada hanya di media sosial," ujar Teco
• Alasan Eks Pemain Bali United Irfan Bachdim Terima Pinangan PSS Sleman: Banyak Pemain Muda
Pergi dari Bali United, Irfan Bachdim Ungkap Targetnya
Setelah berseragam PSS Sleman, mantan pemain Bali United, Irfan Bachdim bertekad ingin unjuk diri di Liga 1 2020.
Bagi pemain berdarah Belanda tersebut, bergabung dengan PSS Sleman merupakan kesempatan baginya untuk kembali membuktikan diri.
Seperti diketahui, Irfan Bachdim resmi berseragam PSS Sleman sejak Rabu (12/2/2020).
• Alasan Eks Pemain Bali United Irfan Bachdim Terima Pinangan PSS Sleman: Banyak Pemain Muda
Dikutip TribunWow.com dari TribunJogaja.com, Kamis, (13/2/2020), Irfan Bachdim menyatakan PSS Sleman merupakan pilihan terbaik baginya.
Dengan pengalamannya, pemain 31 tahun itu akan membuktikan kualitas dirinya pada klub baru, PSS Sleman.
Irfan sangat yakin dengan kualitas yang dimilikinya saat ini.
Oleh karena itu, ia siap dengan tantangan barunya di klub Bumi Sembada tersebut.
"Saya butuh challenge yang baru. I have to prove my self, membuktikan lagi kualitas saya. Saya masih percaya dengan kualitas saya," kata Irfan Bachdim.
Irfan Bachdim secara terang-terangan menyinggung soal kiprahnya musim lalu di Bali United.
Pasalnya, ipar Kim Jeffrey Kurniawan ini mengaku tak banyak mendapatkan kesempatan bermain di Bali United.
Oleh karena itu, PSS Sleman merupakan pilihan terbaik baginya untuk membuktikan bahwa ia masih layak diperhitungkan.
"Saya tahu itu yang paling bagus untuk saya. Karena di Bali saya tidak sering main. Banyak pertandingan hanya di cadangan atau enggak main," ungkap Irfan Bachdim yang menyandang angka 17 di PSS Sleman.
Irfan Bachdim mengakui bahwa keputusan meninggalkan Bali United tidak lah mudah.
Seperti diketahui, eks bintang Timnas Indonesia ini sebenarnya bermimpi untuk pensiun berseragam Serdadu Tridatu.
Irfan sempat berfikir bahwa ia akan mengakhiri kariernya di Bali United.
Diungkapkan Irfan Bachdim dalam akun Instagramnya, @ibachdim, Rabu (12/2/2020).
Irfan Bachdim mengunggah foto dirinya bersama keluarganya saat mencium trofi Liga 1 2019 yang diraihnya bersama Bali United.
Postingan foto tersebut juga disertai caption yang cukup panjang.
"Saya bermimpi untuk pensiun di Bali United.
Terkadang mimpi tidak selalu berjalan seperti yang kita rencanakan. Mimpi itu bagian dari permainan.
Terkadang pintu menutup tetapi itu berarti pintu lain juga akan terbuka
Saya percaya bahwa langkah saya selanjutnya akan menjadi babak yang hebat dalam karier dan kehidupan saya," ungkap pemain 31 tahun itu.
"Saya sedih karena harus pergi tetapi saya juga sangat bersemangat untuk sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
Saya selalu memberikan segalanya untuk Bali United, tidak hanya disaat yang baik tapi juga di saat yang buruk.
Dari menjadi juara tanpa piala hingga melindungi tim kami dari supporter yang tidak senang. Tapi lihatlah kemana semua ini membawa kita.
BERSAMA KITA MENJADI JUARA! Tidak hanya para pemain, staf, dan manajemen, tetapi juga para supporter, kita bersama menjadi juara, tanpa dukungan kalian yang luar biasa kita tidak akan pernah bisa mencapai apa yang telah kita lakukan," lanjutnya.
• Irfan Bachdim Ungkap Alasan Terima Rekrutan PSS Sleman, Sebut Visi Pelatih seperti Klub-klub Eropa
Namun, mimpi itu diakuinya hanya tinggal mimpi belaka.
Dengan berbagai pertimbangan, impian, usia dan keluarga, Irfan Bachdim harus rela move on dan menyambut mimpi barunya di PSS Sleman.
Ia menyadari bahwa apapun bisa berubah dalam sepak bola.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk yakin dengan pilihan terbaiknya, yakni bergabung dengan PSS Sleman.
"Inginnya pensiun di Bali United tapi harus ke Sleman. Saya harus jujur, saya sudah punya keluarga dan sudah 31 tahun juga. Saya pikir mungkin sampai akhir karir bisa bermain di Bali," kata Irfan Bachdim.
"Tapi itu hanya mimpi. Di dalam sepak bola bisa berubah juga. Some doors open some doors close again. Dan saya tahu itu yang paling bagus untuk saya," ujar Irfan Bachdim.
(TribunWow.com/Anung Malik/Rilo)