Terkini Nasional

Lutfi Ngaku Dipukul dan Disetrum Polisi, sang Ibu Nangis di Mata Najwa: Kalau Anak Saya Mati Gimana?

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ibunda Lutfi Alifiandi, pria pembawa bendera dalam demo Revisi UU KPK, Nurhayati dalam acara Mata Najwa, Rabu (22/1/2020).

"Mereka langsung mukul, sakit rasanya," ujar Luthfi.

Tak hanya itu, Luthfi juga menyebut aparat kepolisian itu membekapnya dengan sebuah plastik.

"Mereka langsung ambil plastik kan di meja seperti ini, lalu diikat ke kepala saya seperti ini," tegasnya.

"Itu enggak lama sih ya, langsung dibuka lagi."

Penyiksaan terhadap Luthfi tak berhenti sampai di situ.

Luthfi mengaku dibawa ke sebuah ruangan dengan mata tertutup.

"Habis itu mereka bawa saya ke dalam ruangan, di dalam ruangan itu ada ruangan lagi," ujarnya.

"Saya dibawa ke ruangan itu, ditutup mata saya diikat pakai kain."

Di Persidangan, Lutfi Ungkap Alasan Bawa Bendera saat Demo hingga Disetrum Dipaksa Akui Lempar Batu

Kala itu, gilirannya mendapat setruman dari aparat kepolisian.

"Lalu kuping saya ini kanan kiri dijepit, saya enggak tahu itu dijepitnya pakai apaan karena mata saya tertutup," ujarnya.

Hal itu didapatkannya karena tak mau mengaku telah melempari petugas saat demo berlangsung.

"Lalu saya disuruh jongkok, nah pada saat itu saya ditanya lagi lempar berapa kali," beber Luthfi.

"'Saya enggak nglempar pak', lalu setruman itu mulai berjalan."

Bahkan, ia menyebut setruman itu berlangsung hingga setengah jam lamanya.

"Mereka sekitar setengah jam nyetrum saya," kata dia.

"'Nglempar berapa kali? nglempar berapa kali?'," sambung Luthfi menirukan ucapan petugas.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)