"Anak yang di Menteng walaupun dia lahir dari bibit yang bagus, lebih cenderung melakukan perbuatan kriminal karena dia di-raise (dibesarkan) di lingkungan sosial, ekonomi, dan kekumuhan," tegas Yasonna.
"Dibandingkan dengan anak Tanjung Priok ini akan menjadi lebih baik," lanjutnya.
Inti Pesan Yasonna Laoly
Yasonna kemudian menjelaskan maksud dari perkataannya soal membandingkan antara Tanjung Priok dengan Menteng.
Hal yang ingin ia sampaikan adalah agar masyarkat tidak menghakimi bahwa orang-orang yang menjadi narapidana di lapas adalah manusia yang terlahir jahat.
Politsi PDIP tersebut meminta agar masyarakat melihat hal yang mendorong orang-orang tersebut berbuat kriminal, adalah masalah-masalah sosial yang ada di sekitar lingkungan mereka hidup.
"Pesan yang kita sampaikan adalah," tutur Yasonna.
"Maka kalian dalam melihat orang-orang yang di lapas ini, jangan punitive (menghukum/menghakimi -red)."
"Saya katakan, lihat bahwa crime is a social product (kejahatan adalah produk sosial), is not a genetic products (bukanlah produk genetik)."
"Kita harus melihat konteksnya secara utuh," tandasnya.
• Bahas Pernyataannya soal Tanjung Priok, Yasonna Laoly: Kadang Media Tidak Memahami Konteks Seutuhnya
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-4.05:
Warga Tanjung Priok Ancam Tutup Pelabuhan
Pernyataan kontroversial Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly menuai protes dari warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Demonstran mengancam apabila Yasonna tidak meminta maaf atas pernyataannya soal Tanjung Priok melahirkan kriminalitas, massa akan menutup pelabuhan Tanjung Priok.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (22/1/2020), warga Tanjung Priok melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kemenkumham, Jalan RA Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).
• Peneliti Pukat UGM: Jokowi Harusnya Tegur Yasonna, tapi Tak Dilakukan karena Sesama Petugas Partai