Jumlah tersebut sesuai dengan laporan polisi yang menyebut ada bukti rekaman video 193 orang.
"Jumlah ini, dalam pengamatan kami hampir klop dengan yang didata polisi berdasarkan bukti rekaman video 193 orang," imbuhnya.
Reyhard mengatakan bahwa dirinya melakukan hubungan seks dengan para korban atas dasar suka sama suka.
Sehingga, Reynhard mengaku tidak melakukan tindak pemerkosaan.
• Kesaksian Para Korban Perkosaan WNI Reynhard Sinaga di Inggris: Ingin Bunuh Diri hingga Beri Kutukan
"Reynhard menyatakan bahwa dia melakukan hubungan seks dengan para korban yang didata oleh pihak polisi tapi dia menyatakan hubungan tersebut suka sama suka, tak ada unsur paksaan, dan [tak ada] pemerkosaan," ungkap Gulfan.
Saat ditemui, Gulfan menuturkan bahwa Reynhard terlihat baik-baik saja.
"Saya tiga kali bertemu [di penjara], Reynhard tak terlihat dalam kondisi stres. Dia happy, sehat, tenang, dia tahu kasus yang dihadapi," ucap Gulfan.
Bahkan, Reynhard mengaku tidak bersalah dan tidak terbebani dengan kasus yang tengah dihadapi.
"Dia tidak menyampaikan penyesalan, karena dia menyatakan tidak bersalah dan tidak merasa terbebani atas kasusnya. Dia terlihat biasa biasa saja," pungkas Gulfan.
Kesaksian Polisi
Dikutip TribunWow.com dari BBC News Indonesia pada Selasa (7/1/2020), pejabat dari unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain menilai bahwa kasus perkosaan itu adalah yang terbesar dalam sejarah hukum Inggris.
Mabs Hussain mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan begitu banyak bukti video perkosaan Reynhard.
Saking banyaknya, Mabs Hussain mengatakan bahwa melihat video-video itu seperti melihat 1.500 film di DVD.
Akibatnya, Mabs Hussain menilai bahwa Reynhard seorang individu yang bejat.
Ia tega memperkosa seseorang dalam kondisi mabuk.