WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris

Pengakuan Pria Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga, Sempat Depresi Berat hingga Mencoba Bunuh Diri

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman seumur hidup atas Reynhard Sinaga dalam empat sidang terpisah sejak Juni 2018 sampai Desember 2019.

Sejumlah rekan Reynhard Sinaga mengaku tak menyangka dirinya terlibat kasus pemerkosaan ratusan pria.

Apalagi, Reynhard Sinaga memiliki penampilan yang ramah dan tampak tak mungkin mampu melakukan jenis kekerasan, termasuk pemerkosaan.

Seorang teman Reynhard dari Gay Village di Manchester juga mengaku tak menyangka Reynhard bahkan telah melakukan aksi pemerkosaan selama 2,5 tahun.

"Dia baik, lemah lembut, dan sopan," kata seorang teman dari Gay Village di Manchester.

"Aku tidak bisa membayangkan dia bisa melakukan hal itu."

Reynhard Sinaga Klaim Para Korban Sadari Aksi Pemerkosaannya: Mereka Berpura-pura Tidur

Diketahui, Reynhard lahir di Jambi pada 1983 silam.

Ia datang ke Inggris untuk menuntut ilmu, tepatnya pada 2007.

Kala itu, Reynhard berusia 24 tahun.

Hingga saat ditangkap kepolisian Inggris pada 2 Juni 2017, Reynhard hidup dengan biaya orang tua.

Bahkan, sang ayah yang bekerja sebagai seorang pegawai bank itu mengirimkan uang hingga puluhan ribu pounsterling untuk biaya sekolah Reynhard.

Tak hanya untuk sekolah, uang dari sang ayah digunakan Reynhard untuk menyewa sebuah apartemen dan bersenang-senang di klub malam, tempat dirinya mencari pria sasarannya.

Selama persidangan, Reynhard bersikeras menyebut bahwa pemerkosaan yang dilakukannya adalah atas dasar suka sama suka dengan para korban.

Ia bahkan mengklaim bahwa korbannya hanya pura-pura tidur saat diperkosa.

Padahal, Reynhard terbukti memasukkan obat bius dalam minuman yang diberikannya pada para korbannya.

Teman-teman Reynhard mengatakan, tak pernah mengetahui aksi bejat yang dilakukan pria 36 tahun itu.

(TribunWow.com)