TRIBUNWOW.COM - Korban pemerkosaan pemuda asal Indonesia, Reynhard Sinaga, menghabiskan waktu berbulan-bulan tanpa sadar dirinya telah diperkosa.
Diketahui, Reynhard Sinaga terbukti terlibat dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Mancehster, Inggris.
Dikutip TribunWow.com dari media Manchester Evening News, sederet pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga menimbulkan trauma pada para korbannya.
Tak hanya fisik, para korban juga mengalami trauma psikis.
• Perkosa Ratusan Pria di Inggris, Reynhard Sinaga juga Ambil Barang Korbannya untuk Kenang-kenangan
• Pernah Jadi Tempat Kuliah Reynhard Sinaga, Ini Tanggapan UI soal Kasus Perkosaan Terbesar di Inggris
Seorang korban begitu hancur mengetahui bahwa dia telah diperkosa sehingga dia mencoba bunuh diri pada Hari Natal.
Sedangkan korban lainnya mengalami ketakutan jika Reynhard tetap bebas dan terus melancarkan pemerkosaan.
Dalam melancarkan aksinya, Reynhard membuat para korban tak sadarkan diri.
Reynhard diketahui selalu mengajak teman lelakinya datang ke apartemen yang dihuninya.
Di apartemen itulah, Reynhard memberikan minuman alkohol yang dicampur obat bius.
Saat korban tak sadarkan diri, Reynhard pun melakukan pemerkosaan.
Bahkan, Reynhard juga merekam aksi pemerkosaan itu melalui kamera ponselnya.
Beberapa kali, pria 36 tahun itu bahkan melakukan aksi pemerkosaan selama berjam-jam.
Saat terbangun, beberapa korban justru merasa bingung dan malu karena mereka tiba-tiba muntah di apartemen orang lain.
Setelah menyadari dirinya jadi korban pemerkosaan Reynhard, banyak dari mereka yang justru merasa jijik.
Bahkan, ada sejumlah korban yang depresi berat.
“Itu menghancurkan saya," ucap seorang korban.
"Bagaimana kamu bisa sebodoh itu?"
"Saya tidak pantas menerima ini. Itu hal pertama yang saya pikirkan di pagi hari dan hal terakhir yang saya pikirkan di malam hari," sambungnya.
Kemudian pada Hari Natal, 2018, ia mencapai titik terendah ketika seseorang berkomentar tentang serangan itu.
"Saya tidak tahu mereka tahu," katanya.
Malam itu ia mencoba bunuh diri, namun justru berakhir di rumah sakit.
“Aku ingat ibuku menangis sepanjang malam."
"Aku tidak pernah berada di tempat seburuk ini seumur hidupku."
"Ini adalah dua tahun terburuk dalam hidupku."
• Reynhard Sinaga Klaim Para Korban Sadari Aksi Pemerkosaannya: Mereka Berpura-pura Tidur
Dijuluki dengan Sebutan 'Peter Pan'
Mahasiswa asal Indonesia, Reynhard Sinaga menjadi sorotan internasional setelah kasus pemerkosaan yang dilakukannya terungkap.
Reynhard Sinaga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti terlibat dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria.
Pemberitaan soal Reynhard Sinaga bahkan turut dimuat dalam media internasional, theguardian.com, Selasa (7/1/2020).
Dalam media tersebut, Reynhard Sinaga bahkan dijuluki dengan sebutan 'Peter Pan' pemerkosa banyak pria.
• Kesaksian Polisi atas Kasus Perkosaan Terbesar Inggris oleh Reynhard Sinaga: Seperti Tonton 1500 DVD
Sejumlah rekan dan kerabat pun buka suara soal kasus pemerkosaan dan serangan seksual yang melibatkan mahasiswa asal Indonesia itu.
Sejumlah rekan Reynhard Sinaga mengaku tak menyangka dirinya terlibat kasus pemerkosaan ratusan pria.
Apalagi, Reynhard Sinaga memiliki penampilan yang ramah dan tampak tak mungkin mampu melakukan jenis kekerasan, termasuk pemerkosaan.
Seorang teman Reynhard dari Gay Village di Manchester juga mengaku tak menyangka Reynhard bahkan telah melakukan aksi pemerkosaan selama 2,5 tahun.
"Dia baik, lemah lembut, dan sopan," kata seorang teman dari Gay Village di Manchester.
"Aku tidak bisa membayangkan dia bisa melakukan hal itu."
• Reynhard Sinaga Klaim Para Korban Sadari Aksi Pemerkosaannya: Mereka Berpura-pura Tidur
Diketahui, Reynhard lahir di Jambi pada 1983 silam.
Ia datang ke Inggris untuk menuntut ilmu, tepatnya pada 2007.
Kala itu, Reynhard berusia 24 tahun.
Hingga saat ditangkap kepolisian Inggris pada 2 Juni 2017, Reynhard hidup dengan biaya orang tua.
Bahkan, sang ayah yang bekerja sebagai seorang pegawai bank itu mengirimkan uang hingga puluhan ribu pounsterling untuk biaya sekolah Reynhard.
Tak hanya untuk sekolah, uang dari sang ayah digunakan Reynhard untuk menyewa sebuah apartemen dan bersenang-senang di klub malam, tempat dirinya mencari pria sasarannya.
Selama persidangan, Reynhard bersikeras menyebut bahwa pemerkosaan yang dilakukannya adalah atas dasar suka sama suka dengan para korban.
Ia bahkan mengklaim bahwa korbannya hanya pura-pura tidur saat diperkosa.
Padahal, Reynhard terbukti memasukkan obat bius dalam minuman yang diberikannya pada para korbannya.
Teman-teman Reynhard mengatakan, tak pernah mengetahui aksi bejat yang dilakukan pria 36 tahun itu.
(TribunWow.com)