TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan atau Center of Maritime Studies for Humanities (CMSH), Abdul Halim, mengungkap satu di antara faktor mengapa kapal asing kini terkesan leluasa masuk ke wilayah perairan Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Abdul Halim saat menjadi narasumber di acara Prime Talk Metro Tv pada Senin (30/12/2019).
Menurut Abdul Halim, ada tiga faktor kapal asing terkesan leluasa masuk Indonesia, satu di antaranya adalah faktor anggaran.
• Bupati Natuna Ungkap Para Nelayan Terintimidasi Masuknya Kapal Asing: Ukurannya Jauh Lebih Besar
"Ya oke, paling tidak ada tiga faktor. Yang pertama dari sisi anggaran," ujar Abdul Halim dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Metrotvnews.
Abdul Halim menjelaskan, anggaran Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menurun drastis.
"Sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 anggaran yang dimiliki oleh teman-teman Direktorat Jenderal PSDKP itu menurun drastis," jelasnya.
Bahkan, penurunan anggaran itu mencapai hingga sekitar ratusan miliaran.
"Pada tahun 2018 mereka memiliki anggaran sebesar Rp 816 miliar untuk kegiatan pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan."
"Pada tahun 2019 menurun, hanya Rp 619 miliar," ungkap Abdul Halim.
Dengan penurunan anggaran, otomatis mempengaruhi jumlah hari pengawasan yang ikut berkurang.
"Penurunan ini pastinya berimplikasi pada jumlah hari pengawasan di laut," ucap dia.
• Kapal Asing Masuk, Pihak KKP Bantah soal Tak Ada Pengawasan dan Ungkap yang Dilakukan Edhy Prabowo
Abdul Halim yakin bahwa penurunan itu dilakukan secara sadar oleh Pemerintah Pusat.
"Jelas, pemerintah secara sadar menurunkan jumlah hari pengawasan dengan konsekuensi kapal asing mudah masuk ke perairan kita," tuturnya.
Selain membeberkan jumlah penurunan anggaran, Abdul Halim turut menuturkan jumlah penurunan hari pemantauan pada 2018 dengan 2019.
"Bisa dibayangkan pada tahun 2018,jumlah hari pengawasan kita masih 145 hari, pada tahun 2019 menurun menjadi 84 hari dalam satu tahun," katanya.