TRIBUNWOW.COM - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono, menjelaskan komitmen tinggi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantas korupsi.
Seperti yang diketahui, Jokowi telah melantik lima Dewan Pengawas Komisi Pemberantas Korupsi (Dewas KPK) pada Jumat (20/12/2019).
Dikutip TribunWow.com dari acara 'Dua Arah' yang tayang di Youtube KompasTV, Selasa (24/12/2019), Dini Purwono mengatakan Presiden Jokowi memang tengah serius untuk membenahi sistem di KPK.
• Beri Saran untuk Dewas KPK dan Singgung Jokowi, Feri Amsari: Mohon Firly Berhenti Jadi Polisi Aktif
Dini mengaku hal tersebut dikatakan secara jujur dan objektif.
"Kita kembali kepada kualitas substansi, komitmen Pak Jokowi sebetulnya kalau kita mau objektif, kita mau jujur, seperti yang disampaikan," ujar Dini.
Dirinya kemudian menyinggung pemilihan lima Dewas KPK.
Dini memastikan jika lima orang yang ditunjuk sebagai Dewas merupakan orang-orang yang bisa dipercaya dan mempunyai rekam jejak yang bersih.
Bahkan Dini berani mengatakan jika lima orang yang terpilih sebagai Dewas merupakan orang-orang yang keras kepala.
Keras kepala yang dimaksud oleh Dini di sini adalah tidak mudah diinterferensi oleh orang lain.
"Kalau Presiden Jokowi tidak punya komitmen tinggi untuk anti korupsi, dia akan pilih orang lain, bukan orang-orang keras kepala seperti lima orang itu," ungkap Dini.
• Selain Rekam Jejak, Ini Alasan Ngabalin Berani Jamin Jokowi Tak akan Campuri Urusan Dewas KPK
Namun hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Direktur Pusako Universitas Andalas, Feri Amsari.
Feri Amsari mengatakan pembentukan Dewas tersebut hanya untuk menutupi keburukan di KPK.
"Presiden mencoba meletakkan tudung saji itu, kita kehilangan fokus dengan di dalamnya,"
Meski begitu, Feri Amsari mengakui jika Dewas KPK memang berisikan orang-orang yang baik.
Feri Amsari hanya menyoroti pada sistemnya yang dinilai masih bermasalah.
"Orang-orangnya baik, tapi yang kita permasalahkan sekali lagi adalah sistem, yang kemudian merepotkan proses penegakan hukum di KPK."