Tanggapan berbeda datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.
Fadli Zon menilai pemilihan kata Jokowi kurang tepat sebagai negarawan.
"Menurut saya begini ya presiden seharusnya itu bahasanya negarawan gitu ya," kata Fadli Zon.
"Tapi juga harus merakyat Fadli," balas Andreas.
Fadli Zon menilai, kata-kata yang digunakan presiden bisa menurunkan wibawa.
Apalagi jika Jokowi tidak terbukti bisa berlaku tegas pada pelaku-pelaku penghalang investasi.
"Kenapa? Karena bahasa Presiden itu mau menggigit mau menggebuk mau meng-apa gitu kalau enggak kejadian itu kan menurunkan wibawa presiden sendiri," kata Fadli Zon.
"Tapi kan sudah Jaksa Agung menggigit," balas Fadroel Rachman.
"Nanti jadi lucu," lanjut Fadli Zon.
Kemudian, Fadjroel Rahman kembali menegaskan bahwa Jokowi telah menyelematkan uang miliaran rupiah dari koruptor melalui Jaksa Agungnya.
"Jaksa Agung telah menggigit Rp 477 miliar," kata Fadjroel Rachman.
"Itu kan baru contoh kecil," balas Fadli Zon.
• Fadjroel Rachman Didebat Fadli Zon soal Ahmad Dhani, Irma Suryani Nimbrung: Fahri Hamzah Sudah Sadar
Mendengar itu, Fadjroel Rachman, Andreas, serta Politisi NasDem, Irma S. Chaniago tertawa.
Ketiga tokoh itu merupakan tokoh-tokoh pro Jokowi.
Fadli Zon malah kembali ata-kata yang digunakan presiden bisa menurunkan wibawa.
"Secara garis besar presiden harusnya berbicara kenegarawanan artinya membangun kohesifitas dan juga jangan pake bahasa-bahasa," ucapnya.
Lihat videonya mulai menit awal:
(TribunWow.com/Mariah Gipty)