Terkini Nasional

Vokal atau Main Aman Suarakan Kebenaran, Ini Jawaban Fahri Hamzah setelah Bentuk Partai Gelora

Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Waketum Partai Gelora, menyatakan komitmennya dalam menyuarakan kebenaran, apakah akan tetap lantang bersuara mengkritisi pemerintah atau bermain aman

Fahri Hamzah juga menjelaskan nama Gelombang Rakyat Indonesia juga bersumber dari tulisan Anis Matta dalam bukunya yang membahas gelombang-gelombang sejarah bangsa Indonesia.

"Dan itu sekali lagi juga bersumber, nanti ada bukunya Pak Anis tentang gelombang-gelombang sejarah bangsa Indonesia," tutur Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah dan partai Gelora meyakini bangsa Indonesia selalu ingin mencari tahu dan menemukan jawaban atas kegelisahan mereka.

Dan disetiap kegelisahan itu lahirlah gelombang-gelombang sejarah yang menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat.

"Jadi kita punya keyakinan bahwa bangsa Indonesia selalu ingin menemukan jawaban atas kegelisahan masifnya, dan itu lahir bersama gelombang-gelombang sejarah," papar Fahri Hamzah.

Ia kemudian lanjut mencontohkan gelombang-gelombang di Indonesia.

"Ada gelombang formasi kebangsaan kita, ada gelombang membentuk negara modern," tutur Fahri Hamzah.

Kemudian Fahri Hamzah mengatakan setelah 20 tahun reformasi, ada hal yang menjadi kegelisahan bangsa Indonesia.

Kegelisahan tersebut berasal dari pertanyaan bagaimana cara Indonesia bisa menjadi negara yang memiliki kedudukan tinggi di dunia internasional.

"Dan ini ada kegelisahan baru setelah 20 tahun reformasi, kita perlu menemukan jawaban bagaimana mengangkat dan membawa Indonesia terbang tinggi," kata Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah mengatakan pertanyaan itulah yang akan dijawab oleh partai Gelora, bagaimana mengangkat Indonesia menjadi lebih tinggi.

"Itu tantangan yang harus kita jawab," kata Fahri Hamzah.

• Daftar Mantan Elite Parpol yang Masuk Partai Gelora, Anis Matta, Fahri Hamzah, hingga Deddy Mizwar

Video dapat dilihat mulai menit 4.30

(TribunWow.com/Anung Malik)