Kabinet Jokowi

AHY Tak Jadi Menteri meski Sudah Ketemu Jokowi, Pihak Demokrat Bongkar Apa yang Sebenarnya Dilakukan

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Kamis (2/5/2019) sore. Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat, Syarief Hasan membantah bahwa pihaknya telah menyodorkan AHY sebagai menteri.

"Itu pribadi lah, Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu (Megawati halangi AHY masuk kabinet)," kata Syarief.

Lantas, Syarief mengungkap hubungan antara Megawati dan SBY sekarang.

Syarief mengatakan, hubungan antar Ketua Umum partai tersebut baik-baik saja.

"Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja. Jadi itu pandangan pribadi," kata dia.

Senada dengan Syarief, Ketua DPP PDIP, Said Abdillah juga meminta agar semua pihak tak berkata sembarangan.

Said Abdullah meminta agar Andi Arief jangan asal bunyi mengeluarkan pernyataan tanpa adanya bukti yang kuat.

"Ya menurut saya yang pertama itu, letakanlah segala sesuatu sebagaimana porsinya, jangan Andi Arief jangan main politik asal bunyi, tidak beretika," ujar Said.

Menurut Said, penyusunan kabinet Jokowi sudah sesuai dengan konstitusi.

Jokowi lah yang sebagai presiden berhak menentukan siapa saja yang bisa masuk dalam kabinetnya.

Termasuk, AHY yang pada akhirnya tidak masuk dalam jajaran menteri Jokowi.

Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani (Instagram @puanmaharaniri)

"Karena apa? Dalam konstruksi konstitusi kita, pemilihan menteri itu adalah wewenang penuh prerogatif presiden, sehingga tidak ada hubungan dengan bu Mega. Itu yang pertama," kata Said, Minggu, (27/10/2019) dikutip dariĀ Tribunnews.com.

Megawati dinilai tak 'baper' dalam dunia politik.

Sehingga, Megawati tak mungkin menyimpan dendam pada SBY maupun AHY.

"Tidak mungkin lah seorang ibu Megawati, seorang negarawan, sudah makan asam garam politik Indonesia, tiba-tiba ditembak oleh Andi Arief seolah-olah dendamnya ibu Mega," jelas dia.

Ia lantas miminta agar tudingan itu tak diperpanjang.

Halaman
123