Kabinet Jokowi

Saingan Pilpres Gabung dengan Jokowi, Rocky Gerung: Itu Rekonsiliasi Palsu, Kayak Kawin Paksa

Penulis: Desi Intan Sari
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapan terkait susunan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.

"2000 berapa, 2045 sudah punya pertumbuhan 10 persen, dan bisa mencapai perkapita sekian ribu dolar itu," sambungnya.

Rocky Gerung mengatakan bisa jadi dalam seminggu pertama kabinet baru mulai berjalan, mereka saling merugikan satu sama lainya.

"Jadi membayangkan sesuatu, mungkin kabinet ini minggu pertama, sudah kelihatan saling amputasi itu," ungkapnya.

Selain itu Rocky juga menuturkan bahwa ia dan banyak pihak tidak tahu apa yang Jokowi janjikan kepada partai-partai politik yang pada akhirnya memilih bergabung dengan pemerintahan.

"Kan kita enggak tahu apa yang sebetulnya dijanjikan partai-partai kan," ujarnya.

Kemudian pembawa acara Wahyu Muryadi bertanya kepada Rocky Gerung mengenai dirinya yang ditawari Jokowi masuk ke dalam kabinet.

"Bung Rocky misalnya ditanya oleh Presiden Jokowi untuk bergabung dalam kabinetnya, entah jadi apa, mau enggak?," tanya Wahyu Muryadi.

"Namanya juga omong kosong, omongnya enggak ada isinya," jawab Rocky Gerung.

Gerindra: Sebelum Ada Wamen Saya Lihat Jokowi Serius, setelah Ada, Ini Kayak Bagi-bagi Kekuasaan

Wahyu Muryadi juga menceritakan saat Rocky sebelumnya menjadi bintang tamu di acaranya.

Pada saat itu keduanya tengah membahas Johan Budi Sapto Pribowo yang dianggap cocok menjabat sebagai juru bicara presiden.

Kemudian dari pembahasan itu, ternyata Johan Budi memang dipilih menjadi juru bicara Presiden Jokowi yang baru.

"Cara-cara semacam ini, karena sudah kehilangan konsep, lalu orang berupaya untuk, cari akal supaya bagaimana ada keajaiban di dalam kabinet baru ini," ungkap Rocky Gerung.

Lihat video selengkapnya pada menit ke 01:18:

(TribunWow.com/Desi Intan)