Menanggapi pernyataan itu, Karni Ilyas selaku pembawa acara lantas memberi tanggapan.
"Bukan tidak percaya saja, tapi lebih banyak yang tidka percaya dari yang percaya," ucap Karni Ilyas.
• Jadi Kontroversi karena Cuitannya soal Wiranto, Begini Sosok Hanum Rais, Tekuni Sejumlah Profesi
• Ali Ngabalin Komentari Penyerangan Wiranto, Sebut Beberapa Nama Lain yang Menjadi Sasaran
Karni Ilyas menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan banyak masyarakat yang tak mempercayai penyerangan terhadap Wiranto.
"Tapi kan tidak hanya itu faktor yang menyebabkan terjadinya polarisasi tadi, ada juga faktor keterangan pejabat yang beda-beda," kata Karni Ilyas.
Rustika juga membenarkan pernyataan tersebut.
"Betul sekali, jadi awalnya itu kan kita melihat bahwa mereka yang netral dan empati itu cukup besar," kata Rustika.
Menurutnya, informasi yang berbeda-beda dari para politisi membuat masyarakat semakin tak mempercayai penyerangan terhadap Wiranto.
Ia juga menyebut banyak informasi yang tak masuk akal.
"Tetapi kenapa berubah mereka yang tidak percaya itu lebih besar karena salah satunya adalah mohon maaf beberapa informasi yang disampaikan kepada masyarakat itu tidak masuk ke akal mereka," ujar Rustika.
Satu di antaranya adalah kabar terkait jumlah darah Wiranto yang keluar setelah penusukan terjadi.
"Sebagai contoh darah yang keluar dari Pak Wiranto sebesar 3,5 liter, itu adalah beberapa isu yang akhirnya menjadi besar," kata dia,
"Yang kedua, kenapa informasi yang muncul itu berasal dari tokoh politisi, kenapa bukan dari dokter. Hanya itu sih yang jadi pertanyaan."
Simak video selengkapnya berikut ini menit 6.44:
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)