TRIBUNWOW.COM - Direktur Komunikasi Indonesia Indikator (I2), Rustika Herlambang menyebut jumlah masyarakat yang tidak mempercayai kebenaran penyerangan terhadap Wiranto lebih banyak dibandingan yang percaya.
Rustika Herlambang lantas membandingkan tanggapan masyarakat pada penyerangan Ratna Sarumpaet dengan penyerangan terhadap Wiranto.
Menurutnya, banyak masyarakat yang justru mempercayai kabar penyerangan terhadap Ratna Sarumpaet yang terbukti hanya berita bohong.
• Istri TNI di Wonosobo Postingan Nyinyir soal Penusukan Wiranto, Suami Dihukum 14 Hari Kurungan
• Nyinyir di Medsos soal Wiranto, FS Diminta Dikenai Wajib Lapor sedangkan Jabatan Peltu Yunus Dicopot
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber di acara 'Indonesia Lawyers Club', Selasa (15/10/2019).
Rustika menyatakan banyak masyarakat yang kontra pemerintah tak mempercayai kabar penyerangan terhadap Wiranto.
"Jadi mereka yang kontra itu mereka masih meragukan kebenaran dari peristiwa Wiranto tersebut, apakah betul rekayasa atau tidak," kata Rustika.
Masyarakat yang kontra disebut Rustika menganggap pemerintah lebih mementingkan Wiranto dibandingkan dengan berbagai peristiwa besar lain yang terjadi.
"Kemudian mereka juga menganggap bahwa pemerintah peduli lebih ke Pak Wiranto tetapi kurang pada rakyat, karena dikaitkan dengan isu-isu seperti korban Wamena dan aksi demo mahasiswa," ucap Rustika.
Menurutnya, reaksi berbeda ditunjukkan oleh masyarakat yang pro pemerintah.
Masyarakat yang pro pemerintah itu justru memberikan ancaman pada yang kontra pemerintah.
"Sementara kelompok yang pro pemerintah mereka mengecam kepada orang yang tidak percaya," kata Rustika.
"Mereka mengecam kenapa orang-orang ini tidak percaya bahwa Wiranto ini benar diserang dan bukan direkayasa."
Rustika lantas menyinggung tentang kasus Ratna Sarumpaet yang dulu juga mengaku diserang sekelompok orang.
"Dan mereka juga menyindir terkait dulu waktu Ratna Sarumpaet diserang semua orang percaya," imbuh Rustika.
"Ketika Pak Wiranto betul-betul diserang kenapa kalian tidak percaya? Nah itu situasi yang terjadi di media sosial saat ini," lanjutnya.