Menkopolhukam Wiranto Diserang

Muncul Hinaan pada Kasus Wiranto, Kominfo Perlu Kerja Keras untuk Buktikan Serangan Bukan Settingan

Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Plt Kabiro Humas Kominfo, Ferinandus Setu saat berada di Kompas TV, Minggu (13/10/2019).

TRIBUNWOW.COM - Penghinaan pada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Wiranto mengenai penyerangan yang ditujukan padanya semakin meningkat.

Plt Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ferinandus Setu menyebut bahwa pihaknya perlu bekerja keras untuk mengubah pemikiran masyarakat.

Ferdinandus Setu mengaku pihak Kominfo perlu untuk menunjukkan bahwa penyerangan yang terjadi para Wiranto bukanlah settingan.

Pendapatnya itu disampaikan pada acara Sapa Indonesia Malam yang tayang di Kompas Tv.

Plt Kabiro Humas Kominfo, Ferinandus Setu mengakui bahwa kominfo perlu untuk bekerja lebih keras lagi. (YouTube KOMPASTV)

Istri Hujat Wiranto Bikin TNI Dicopot, Pakar Politik: Buat Efek Jera agar Patuhi Aturan Disiplin

Ferdinan Setu mengaku ada banyak hal yang harus dilakukan untuk kembali meyakinkan publik.

"Ya ini tentu kami harus bekerja lebih keras lagi untuk meyakinkan publik," ucap Ferdinan Setu, dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (13/10/2019). 

Ferdinan Setu juga mengaku bingung karena masyarakat masih tidak percaya dengan penyerangan yang dialami oleh Wiranto.

Sedangkan data beruba video merupakan video yang diambil dan disebarkan oleh masyarakat.

"Yang menujukan betapa bahwa serangan itu luar biasa mengarah pada badan Pak Wiranto dan itu disampaikan kepada publik pun masih ada masyarakat kita yang tidak percaya pada data dan fakta yang disampaikan oleh publik sendiri. " ucap Ferdinan Setu.

Penjelasan Dokter soal Perut Wiranto Tampak Tak Berdarah saat Ditusuk, Sebut Luka Cukup Dalam

Selain itu Ferdinan Setu merasa perlu untuk meyakinkan masyarakat mengenai kabar yang benar.

Bahkan perlu juga masyarakat mengerti untuk membedakan fakta dan berita hoaks.

"Bukan hanya meyakinkan tapi untuk menunjukan bahwa masyarakat harus bisa-bisa memilah mana fakta, mana berita, mana berita hoaks," ucap Ferdinan Setu.

Ferdinan Setu juga mengaskan kembali bahwa kabar mengenai penyerangan pada Wiranto adalah sesuatu yang benar dan bukan setingan.

"Dalam peristiwa Pak Wiranto jelas, data-data atau video yang diambil justru oleh publik sendiri bukan oleh pemerintah, melalui media sosial jelas menunjukan peristiwa ini bukan rekayasa bukan settingan," ucap Feridnan Setu.

Lihat video pada menit ke-3:12:

Video Tampak Depan Penyerangan Wiranto Beredar di Medsos, Pelaku Hampir Tikam 3 Kali namun Gagal

Halaman
12