Menkopolhukam Wiranto Diserang

Sudah Merasa Sehat, Wiranto Mengaku Ingin Pulang dan Kembali Bekerja saat Dijenguk Jokowi

Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto diserang oleh orang tak dikenal di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019).

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku ingin segera pulang dan kembali bekerja.

Pengakuan itu disampaikan Wiranto pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat dijenguk di RSPAD Gatot Subroto.

Hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi saat ditemui RSPAD Gatoto Subroto setelah menengok keadaan Wiranto.

"Baru saja tadi saya menjenguk lagi Menkopolhukam Bapak Wiranto, alhamdulillah kondisinya sudah stabil, semakin baik," ucap Jokowi dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (11/10/2019).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto. (YouTube KOMPASTV)

Kembali Jenguk Menkopolhukam Wiranto, Jokowi Minta Adanya Penambahan Pengamanan untuk Pejabat Publik

Kondisi Wiranto sudah cukup membaik dan mulai bisa bergerak serta berkomunikasi dengan baik.

Bahkan para Jokowi, Wiranto mengaku sudah merasa sehat dan siap kembali bekerja.

"Tadi bisa berkomunikasi dengan saya 'Pak saya pingin segera pulang ikut Ratas (rapat terbatas) lagi'. Udah menyampaikan artinya kondisinya udah semakin baik," ujar Jokowi.

Setelah menjenguk Wiranto, Jokowi mengajak masyarakat untuk mengirimkan doa untuk kesehatan Menkopolhukam.

"Kita berdoa bersama agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan, secepat-cepatnya," ucap Jokowi.

Selain itu Jokowi juga meminta pihak kepolisian untuk meningkatkan pengamanan pada para pejabat publik.

Penyerang Wiranto Sempat Dekati Petugas, Benny Mamoto: Dia Sarjana Hukum, Cukup Smart untuk Itu 

"Kemarin langsung sudah saya perintahkan juga kepada Kapolri untuk pejabat-pejabat untuk diberikan penambahan penjagaan pengamanan," ucap Jokowi.

Walau sudah ada pengaturan mengenai pengamanan pada para pejabat publik.

Jokowi meminta pengamanan tersebut ditambah lagi demi keselamatan para pejabat publik.

Selain itu hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kejadian penyerangan seperti yang dialami Wiranto.

"Meskipun sudah ada, diberikan tambahan pengamanan agar peristiwa yang terjadi pada Menkopolhukam Bapak Wiranto tidak terulang lagi," ujar Jokowi.

Halaman
12