Terkini Nasional

Sebut Buzzer Banyak Dimanfaatkan saat Kampanye, Ngabalin Bantah KSP Gunakan Buzzer saat Pilpres

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ali Mochtar Ngabalin dalam acara Dua Arah KOMPASTV

Sebab, kini banyak berita hoaks yang tersebar di media sosial.

"Nah itu yang saya kira harus butuh diteliti, supaya tidak menjadi fitnah, karena urusan fitnah-fitnah, caci-maki terhadap berita bohong itu," tutur Ngabalin.

Ungkap Mahasiswa Kini Lebih Populer dari Jokowi, Haris Azhar Minta Ali Ngabalin Turunkan Microphone

Akui Tak Hanya Kritik Jokowi, Rocky Gerung: SBY Itu Teman Diskusi Saya, Saya Juga Kritik Terus

Ngabalin juga tak menampik bahwa buzzer memiliki peran penting dalam kampanye.

"Bahwa media sosial dipakai untuk pengembangan pesan ketika orang berkampanye," ucapnya.

"Tidak ada satu pun di dunia ini di negara ini di dunia di seluruh Indonesia yang tidak menggunakan sosial."

Namun, ia menampik pihak istana memanfaatkan buzzer untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu.

"Tidak, kalau KSP (Kantor Staff Presiden) kalau kita cerita tentang kampanye KSP tidak ada hubungannya, mungkin nanti Mas Joko bisa menjelaskan," ujarnya.

Ia menambahkan, buzzer memiliki kaitan erat terhadap industry 4.0 yang dicanangkan presiden.

"Tapi kalau saya mau bilang bahwa terkait Kantor Staff Presiden, Istana Negara dan pemerintah, kaitannya dengan kan bahwa presiden berbicara tentang industry 4.0 memberikan dorongan kuat pada masyarakat terpelajar," ungkapnya.

Ngabalin menyebut kemajuan sumber daya manusia saat ini juga dipengaruhi oleh adanya internet.

"Membangun human resources dengan pembangunan lima tahun akan datang itu kan tidak ada orang yang terlepas komunikasinya dengan menggunakan internet," kata dia. (TribunWow.com)

Simak video selengkapnya berikut ini menit 4.40: