TRIBUNWOW.COM - Ketua II Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan membongkar perintah Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq.
Hal itu diungkapkan oleh Haikal Hassan saat menjadi bintang tamu acara 'Indonesia Lawyers Club (ILC)' pada Selasa (7/10/2019).
Mulanya, Haikal Hassan menjelaskan bahwa aksi 212 selama ini berjalan aman dan damai.
Namun, Haikal bertanya-tanya mengapa 212 sering diserbu oleh buzzer.
"Wahai para buzzer kenapa seranganmu pada 212? 212 damai, tertib, kompak, akur," seru Haikal.
Bahkan, Haikal mengungkap saat aksi 212 berlangsung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir.
212 sering dianggap tidak pro dengan Jokowi.
"Pak Jokowi hadir, Pak Tito (Kapolri -red) keynote speaker, polisi menjaga, saya panitia," jelasnya.
Bahkan, tempat bagi polisi juga telah disediakan oleh para penyelenggara aksi 212.
• Sentil Eko Kuntadhi soal Buzzer, Haikal Hassan: Bukan Mencerahkan Publik Bang, Ini Mencelakai Publik
"Kami kosongkan staf terdepan untuk para polisi, kami kosongkan semua," terang Haikal.
Tak sampai di situ, kerusuhan juga disebut tak terjadi saat gerakan 212.
"Karena apa? Kami kompak. Enggak ada tuh yang ribut, enggak ada tuh serangan, enggak ada gas air mata, enggak ada apapun," katanya.
Lantas, Haikal membongkar perintah Habib Rizieq saat ada sedikit kericuhan pada aksi 411.
Habib Rizieq saat itu meminta agar para anggota gerakan 411 untuk tetap tertib.
"Dan ketika gas air mata itu terbang tanggal 411, apa jawaban kami? Bahwa apa yang dipegang miknya oleh Habib Rizieq."