- Multiple contract
- Bayaran Rp 1-50 juta
- Kapasitas rendah (tim kecil dan aktif pada momen tertentu)
Simak selengkapnya dalam video di bawah ini mulai menit ke-4.00:
Tanggapan Istana Negara
Tenaga Ahli Utama Kantor Sekertariat Presiden, Ali Mochtar Ngabalin buka suara terkait tudingan Istana memakai buzzer.
Dikutip dari tayangan KompasTV, Jumat (4/10/2019), Ali Ngabalin menyebut justru pemerintah yang menjadi korban buzzer.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin bisa mengoordinisir buzzer politik di media sosial.
"Buzzer politik itu yang paling banyak difitnah pemerintah," kata Ali Ngabalin.
"Yang lebih banyak terpojok dan di-bully itu adalah pemerintah."
"Jadi jangan juga memutar balikkan fakta, tidak ada satu kekutan di dunia politik manapun yang tidak menggunakan media sosial," ungkapnya.
Ali Ngabalin menegaskan, apabila ada orang yang mendukung pemerintah, tidak mungkin pemerintah mengorganisir mereka.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa itu lembaga negara, lembaga pemerintah, bagaimana bisa meng-organize lembaga-lembaga yang di luar pemerintah," ucap Ali Ngabalin.
Simak selengkapnya dalam video di bawah ini:
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)