Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK

Bersaksi Lihat Detik-detik Ricuh Aksi Mahasiswa, Haris Azhar Sindir Semprotan: Itu Titik Mulainya

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar menuturkan detik-detik kericuhan aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Ia mempertanyakan untuk apa para demonstran di lakukan sweeping.

"Ini orang disweeping apa ya? Kalau disweeping di lapangan berarti OTT kalau kata KPK. Melakukan tindak pidana, atau mencegah," kata Haris.

"Mereka itu lagi di Benhil, di rumah makan, saya dapat videonya. Sweeping. Apakah makan sudah di larang pada jam tersebut di republik ini? Saya juga enggak ngerti Pak Moeldoko," paparnya.

Di Mata Najwa, Fahri Hamzah Anggap KPK Gagal Laksanakan Tugas, Haris Azhar Beri Balasan Ini

Lihat videonya dari menit ke 6.58:

Sebelumnya, Moeldoko diberi pertanyaan oleh Ketua BEM UGM, Atiatul Muqtadir alias Fatur.

"Dan tadi Pak Moeldoko menyampaikan, demo bukan haram, oke demo bukan haram," kata Fatur.

"Tapi kok temen-temen kita sedang ditahanin kepolisian, bahkan ada yang makan di suatu restoran kena sweeping (razia) gitu, katanya enggak haram?," singgung Fatur.

Moeldoko menjelaskan hal tersebut terjadi lantaran sisi psikologis dari aparat keamanan.

Alasan tersebut ia dapat saat masih menjabat sebagai Kolonel dan Mayor.

"Begini ada persoalan-persoalan yang harus kita pahami bersama ini yah. Saya sepuluh tahun tidur di jalanan waktu saya Kapten dan Kolonel, Mayor sama Kolonel lah, sehingga sangat paham melihat situasi psikologi," papar Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, sisi psikologis dari aparat keamanan berpengaruh besar pada perlakuan mereka terhadap demonstran.

Biasanya itu terjadi lantaran tensi petugas yang awalnya normal bisa meningkat jika demo tak kunjung selesai.

"Situasi psikologi baik itu pelaku demo maupun pelaku aparat. Situasi awalnya fresh, begitu kena matahari mulai lapar, mulai haus terus dan seterusnya, tuntutannya belum ada keputusan maka tensi meningkat," katanya.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah sempat mengabaikan pertanyaan dari pemimpin acara 'Mata Najwa', yakni Najwa Shihab. (Channel Youtube Najwa Shihab)

Moeldoko mengatakan, tensi yang meningkat menjadi faktor ada oknum aparat keamanan melakukan tidak terkontrol.

"Tensi meningkat menyebabkan uncontrol (tidak terselamatkan) sehingga pada jam-jam terntentu, titik kulminikasi itulah mulai terjadi, situasi yang enggak bagus," ucap dia.

Di Mata Najwa, Fahri Hamzah Anggap KPK Gagal Laksanakan Tugas, Haris Azhar Beri Balasan Ini

Halaman
123