Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) untuk menurunkan hujan buatan seperti pekan lalu namun lebih besar.
Tak hanya memerintahkan penurunan hujan buatan, Jokowi juga sudah memerintahkan pasukan untuk turut membantu usaha pemadaman api karhutla.
• Rapat Karhutla di Riau, Jokowi Singgung Peran Gubernur hingga Kapolda: Tidak Diaktifkan dengan Baik
Lantaran kini status Riau sudah siaga darurat, Jokowi kembali mengimbau untuk melakukan usaha yang lebih maksimal agar kabut asap tak mengganggu aktivitas, terutama di bidang ekonomi.
Di akhir pidatonya, Jokowi meminta laporan menteri terkait penanganan kerhutla tersebut.
Lalu Jokowi sempat menyinggung bahwa seharusnya tak perlu dilakukan rapat lantaran karhutla sudah menjadi bencana tahunan yang harusnya bisa dilakukan tindakan pencegahan.
Tak adanya tindakan pencegahan karhutla di musim kemarau pun dianggap Jokowi sebagai sebuah kelalaian.
"Saya minta laporan singkat-singkat saja, karena kita tahu, setiap tahun kita sebetulnya sudah enggak perlu lagi yang namanya rapat seperti ini," kata Jokowi.
"Otomatis bahwa menjelang, yang namanya menjelang musim kemarau itu semuanya memang harus sudah siap, sebetulnya hanya itu saja, tapi ini kita lalai lagi sehingga asapnya menjadi membesar."
Saat meminta pendapat menteri, Jokowi langsung mengingatkan untuk tidak memberi laporan panjang lantaran yang lebih dibutuhkan adalah tindakan di lapangan.
"Silakan menko, pendek-pendek saja, saya kira saya tidak perlu banyak laporan, tapi tindakan di lapangan yang saya perlukan dan menyelesaikan masalah yang ada," ucapnya.
Berikut video lengkapnya (menit ke-5:58):
(TribunWow.com/Ifa Nabila)