Bencana Kabut Asap Karhutla

Tinjau Karhutla Riau, Begini Wujud Sepatu Jokowi, Wiranto, dan Menteri Lain saat di Dalam Helikopter

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Selasa (17/9/2019). Turut serta dalam peninjauan ini diantaranya Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri LHK Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., Menpupera Basuki Hadimuljono, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kapolri J

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Menko Polhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Mensesneg Pramono Agung meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019).

Anggota DPRD Jawa Timur Khozanah Hidayati mengunggah kondisi sepatu Jokowi, Wiranto, Basuki, dan Pramono sebelum dan sesudah kunjungan.

Khozanah melalui akun Twitter @ana_khoz, Selasa (17/9/2019), menceritakan bahwa Jokowi dan rombongannya menaiki helikopter kepresidenan.

Kondisi sepatu Presiden Jokowi, Menko Polhukam Wiranto, Menpupera Basuki Hadimuljono, dan Mensesneg Pramono Agung sebelum meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019). (Twitter/@ana_khoz)

Mobil Berplat Indonesia yang Dipakai Jokowi Tinjau Karhutla di Riau Ternyata Bukan Mobil Dinas

Pada foto pertama, tampak Jokowi dan rombongannya mengenakan sneakers atau sepatu kasual warna hitam yang tampak masih bersih.

Lantai helikopter yang berkarpet abu-abu juga tampak masih bersih.

Di foto kedua, tampak kondisi sepatu Jokowi dan rombongannya yang sudah kotor terkena lumpur.

Bahkan celana hitam yang mereka kenakan juga tampak jelas menjadi kotor.

Lantai helikopter pun terlihat kotor dengan bercak lumpur di mana-mana.

Kondisi sepatu Presiden Jokowi, Menko Polhukam Wiranto, Menpupera Basuki Hadimuljono, dan Mensesneg Pramono Agung sesudah meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019). (Twitter/@ana_khoz)

Hari Kedua Tinjau Karhutla, Jokowi Ikut Salat Istisqa Minta Turun Hujan di Riau

"Sepatu sebelum, dan sesudah kunjungan ke daerah yg terbakar di Pelalawan Riau.

Sepatu Presiden Jokowi,
Menko Polhukam Wiranto,
MenPUPR Basuki dan
Mensesneg Pramono Anung
diatas Heli Kepresidenan.

Pelalawan, 17 September 2019," tulis Khozanah.

Cuitan Khozanah Hidayati ceritakan kondisi sepatu Presiden Jokowi, Menko Polhukam Wiranto, Menpupera Basuki Hadimuljono, dan Mensesneg Pramono Agung saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019). (Twitter/@ana_khoz)

Rapat Karhutla di Riau, Jokowi Singgung Peran Gubernur hingga Kapolda: Tidak Diaktifkan dengan Baik

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (18/9/2019), setelah naik helikopter, Jokowi dan rombongannya melanjutkan perjalanan ke Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau dengan menaiki mobil rental.

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 6 kilometer dari lapangan tempat pendaratan helikopter di Merbau.

Mobil yang dirental Jokowi adalah Toyota Land Cruiser warna hitam dengan pelat bertuliskan INDONESIA berlatar merah.

Mobil yang dirental Jokowi itu disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

"Mobil itu kita yang menyediakan sesuai dengan permintaan protokoler istana dan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres)," kata Kasubag Protokol Setdakab Pelalawan," kata Kasubah Protokol Setdakab Pelalawan.

Jokowi Salat Istisqa Minta Hujan

Jokowi mengikuti salat Istisqa atau salat minta turun hujan pada kunjungan hari kedua untuk meninjau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Selasa (17/9/2019).

Jokowi salat Istisqa di Masjid Amrullah Kompleks Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Riau.

Imam dari salat Istisqa tersebut adalah Dr. Khairunnas Jamal, M.Ag, sedangkan khatib adalah Dr. H. M. Fakhri, M.A.

Setelah ceramah selesai, khatib memimpin doa memohon turun hujan agar kebakaran yang melanda Riau dan wilayah sekitarnya lekas padam.

Ia berharap hujan yang turun nantinya akan mendatangkan rahmat bagi masyarakat.

"Insyaallah hujan akan turun. Semoga dalam waktu yang singkat Allah turunkan hujan. Hujan yang menghilangkan kabut asap ini. Hujan yang mendatangkan rahmat," ucap khatib.

Selain Jokowi, salat Istisqa tersebut juga diikuti oleh Menkopolhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Mensos Agung Gumiwang.

Lalu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Gubernur Riau Syamsuar, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Setelah salat Istisqa selesai, Jokowi meninjau lokasi di Kecamatan Bunur, Kabupaten Pelalawan serta Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Jokowi Minta Laporan Menteri soal Karhutla: Tak Perlu Banyak, yang Penting Tindakan di Lapangan

Jokowi Minta Tindakan Nyata

Dilansir TribunWow.com dari unggahan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/9/2019), Jokowi menyebut dirinya tak butuh laporan yang banyak dari menteri, namun lebih butuh tindakan di lapangan untuk menyelesaikan bencana karhutla ini.

Dalam kunjungan rapat karhutla sejak Senin (16/9/2019) itu, Jokowi sudah menyinggung soal jajaran pejabat pemerintahan atau perangkat daerah mulai dari gubernur hingga kapolda.

Jokowi menyebut masing-masing perangkat kurang bekerja maksimal sehingga tindakan pencegahan meluasnya titik api pun sulit dihindari.

Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) untuk menurunkan hujan buatan seperti pekan lalu namun lebih besar.

Tak hanya memerintahkan penurunan hujan buatan, Jokowi juga sudah memerintahkan pasukan untuk turut membantu usaha pemadaman api karhutla.

• Rapat Karhutla di Riau, Jokowi Singgung Peran Gubernur hingga Kapolda: Tidak Diaktifkan dengan Baik

Lantaran kini status Riau sudah siaga darurat, Jokowi kembali mengimbau untuk melakukan usaha yang lebih maksimal agar kabut asap tak mengganggu aktivitas, terutama di bidang ekonomi.

Di akhir pidatonya, Jokowi meminta laporan menteri terkait penanganan kerhutla tersebut.

Lalu Jokowi sempat menyinggung bahwa seharusnya tak perlu dilakukan rapat lantaran karhutla sudah menjadi bencana tahunan yang harusnya bisa dilakukan tindakan pencegahan.

Tak adanya tindakan pencegahan karhutla di musim kemarau pun dianggap Jokowi sebagai sebuah kelalaian.

"Saya minta laporan singkat-singkat saja, karena kita tahu, setiap tahun kita sebetulnya sudah enggak perlu lagi yang namanya rapat seperti ini," kata Jokowi.

"Otomatis bahwa menjelang, yang namanya menjelang musim kemarau itu semuanya memang harus sudah siap, sebetulnya hanya itu saja, tapi ini kita lalai lagi sehingga asapnya menjadi membesar."

Saat meminta pendapat menteri, Jokowi langsung mengingatkan untuk tidak memberi laporan panjang lantaran yang lebih dibutuhkan adalah tindakan di lapangan.

"Silakan menko, pendek-pendek saja, saya kira saya tidak perlu banyak laporan, tapi tindakan di lapangan yang saya perlukan dan menyelesaikan masalah yang ada," ucapnya.

Berikut video lengkapnya (menit ke-5:58):

(TribunWow.com/Ifa Nabila)