Bencana Kabut Asap Karhutla

Di ILC, Kepala BNPB Puji Karhutla yang Cepat Padam di Gunung Merbabu: Pak Ganjar Turun Langsung

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo mengungkap penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Ia juga mengungkap bagaimana kebakaran hutan di Gunung Merbabu, Jawa Tengah dapat diatasi dengan cepat

TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo membeberkan kejadian menarik terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dilansir oleh TribunWow.com, Letjen TNI Doni Monardo mengungkap bagaimana kebakaran hutan di Gunung Merbabu, Jawa Tengah dapat diatasi dengan cepat.

Awalnya Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, mengatasi Karhutla itu bergantung apakah ada sosok penggeraknya atau tidak.

Sehingga, jika dari bawah sudah bisa teratasi maka Karhutla tak perlu melibatkan Pemerintah Pusat.

Menurut Doni, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dipengaruhi besar dari pimpinan daerah.

"Tentunya di lapangan adalah Pemerintah di Daerah."

"Jadi kalau unsur pemimpin di daerah tingkat kepeduliannya tinggi harusnya kebakaran tidak perlu meluas," jelas Doni dikutip TribunWow.com dari channel YouTube 'Indonesia Lawyers Club' pada Rabu (19/9/2019).

Hadir di ILC, Kepala BNPB Beberkan Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia, Ungkap Keanehan Berikut

Sehingga, penanganan Karhutla tidak sampai melibatkan pihak-pihak pusat.

Termasuk tidak sampai menjadi bencana yang akhirnya harus ditangani oleh badan penanggulangan bencana.

"Dan juga kalau kerjasama, kolaborasi di lapangan bagus maka pola penanganannya pun tidak harus diserahkan semuanya kepada aparat keamanan, tim Manggalagni, dan BPBD," papar Doni.

Pasalnya, Kepala BNPB yang dilantik pada Januari 2019 ini yakin banyak orang yang mau diajak bekerja sama untuk menangani masalah Karhutla dari tingkat bawah.

"Karena banyak komunitas-komunitas relawan yang mungkin bisa digerakkan yang penting penggeraknya atau tidak. Kalau ada penggerak saya sangat yakin Bang Karni bisa ditangani," kata Doni.

Lantas, Doni memberi contoh penanganan Karhutla yang ia maksud.

Di ILC, Penyelamat Hutan Riau Blak-blakan Sebut KPK Dibunuh oleh DPR, Lihat Reaksi Fadli Zon dkk

Doni menjelaskan, pemimpin daerah di Jawa Tengah misalnya, yang telah bertindak tegas menangani Karhutla di Gunung Merbabu.

"Kita baru saja mendapat laporan ya BNPB ada kebakaran di hutan Gunung Merbabu dengan luas mencapai 400 hektar."

"Kenapa bisa padam? karena pemimpinnya turun ke lapangan," jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertanggung jawab dengan bertindak langsung menangani kebakaran (Instagram.com/ganjar_pranowo)

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertanggung jawab dengan bertindak langsung menangani kebakaran.

"Siapa pemimpinnya? Gubernurnya langsung. Pak Ganjar Pranowo turun langsung ke lapangan," kata Doni.

Tindakan pemimpin daerah tersebut lantas menjadi penggerak pihak-pihak di bawahnya untuk ikut serta memadamkan api.

"Sehingga apa, yang lain dandim, kapolres, bupatinya, camatnya, kepala desanya ke lapangan. Jadi ini menghadapi masalah alam harus gotong royong," ujarnya.

Soal Karhutla, Made Ali Singgung Pilkada 2020: Dia Mau Dapat Duit dari Mana kalau Keras ke Korporasi

Doni menyimpulkan, masalah Karhutla tidak bisa hanya disalahkan atau dibebankan pada satu pihak.

"Enggak bisa satu lembaga dibebankan. Sekali lagi kalau kepemimpinan di daerah mampu mengajak semuanya maka saya yakin tidak ada yang sulit. Bisa kita selesaikan," saran dia.

Lihat videonya mulai menit ke- 17:25:

Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Dilansir oleh TribunWow.com, Doni Monardo mengungkap bencana tersebut merupakan kesalahan dari manusia.

"Pak Karni saya perlu menyampaikan pada kawan-kawan di sini pada kawan-kawan dan pemirsa di seluruh Indonesia, bahwa penyebab kebakaran 99 persen itu karena perbuatan manusia," kata Doni Manardo dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club pada Rabu (19/9/2019).

• Fakta Kabut Asap di Lokasi Ibu Kota Baru, Rencana Bangun Bendungan hingga Tak Berpotensi Karhutla

Doni mengatakan, ia telah menyelidiki penyebab kebakaran hutan sejak Februari 2019.

"Data ini saya kumpulkan sejak awal Februari tahun ini setelah saya tiga minggu dilantik sebagai kepala badan," ujarnya.

Penyelidikan itu dilakukan di lima daerah yang mengalami kebakaran paling banyak.

"Saya berkeliling ke lima provinsi yang terdampak kecuali Kalimantan Selatan."

"Dari lima provinsi ini akhirnya saya memiliki sebuah kesimpulan bahwa 99 persen ini adalah karena perbuatan manusia," jelas Doni.

Bukti bahwa kebakaran karena ulah manusia juga didukung dari sejumlah penelitian.

"Dan itu didukung ternyata oleh sejumlah penelitian oleh beberapa lembaga termasuk juga perguruan tinggi," paparnya.

• Jaringan Penyelamat Hutan Riau Sudah Bekerja selama 17 Tahun, Karni Ilyas Beri Sindiran Berikut

Apalagi, lahan yang terbakar itu akhirnya menjadi perkebunan.

"Dari pengamatan saya, mengikuti penerbangan di sejumlah daerah dengan helikopter saya juga mengambil kesimpulan 80 persen lahan yang terbakar pada akhirnya berubah menjadi kebon," kata Doni.

Anehnya, dari luasnya kebakaran tidak ada perkebunan yang terbakar.

"Tidak ada perkebunan sawit dan perkebunan hutan tanaman industri yang terbakar, yang terbakar adalah kawasan hutan, semak belukar, dan yang bukan kebon," ujarnya lagi.

Kebakaran semakin parah dengan musim kemarau yang berkepanjangan.

"Kenapa sekarang kita semua ini, Satgas Darat, Udara, itu mengalami kewalahan menghadapi kebakaran sedemikian luas."

"Sedemikian banyak okspor tidak lepas dari gejala fenomena alam pada tahun ini di mana menurut Data BMKG adalah El Nino lemah yang mengakibatkan kemarau lebih panjang," tutur Doni.

Lihat videonya mulai menit ke- 17:25:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)