Kalimantan Timur Ibu Kota Baru

Tanggapi soal Pemindahan Ibu Kota RI ke Kaltim, Mardani Ali: Negara Perlu Dikelola dengan Akal Sehat

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ibu Kota Indonesia pindah ke Kalimantan

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera memberikan komentarnya mengenai pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Mardani Ali Sera menilai, rencana pemindahan ibu kota RI ke Kaltim yang ditargetkan selesai tahun 2024 itu sangat tidak realistis.

Dikutip TribunWow.com, Mardani Ali Sera meengungkapkan bahwa pemindahan ibu kora RI ke Kaltim harus dikelola dengan akal sehat.

Hal tersebut Mardani sampaikan dalam acara 'DUA ARAH' yang diunggah kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (27/8/2019).

Mulanya, Mardani menyebut dirinya tak menolak ataupun menerima keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota RI ke Kaltim.

Ibu Kota Pindah Kaltim, Ternyata Miliki Potensi Bencana Alam dari Kebakaran Hutan hingga Pencemaran

Namun, ia meminta pemerintah untuk terlebih dahulu merencanakan secara matang perihal pemindahan ibu kota tersebut.

"Jadi sekali lagi saya tidak dalam posisi menerima atau menolak," kata Mardani.

"Tetapi ini lebih kepada ayo ada narasi lebih dahulu, ada ide gagasan lebih dahulu, baru kita formulasi baru kita buat aksi," lanjutnya.

Mardani menuturkan, tahun 2024 yang ditargetkan menjadi waktu maksimal diselesaikannya pemindahan ibu kota RI sangat tidak realistis.

"Tahun 2024 sangat tidak realistis, karena kita tidak membuat infrastruktur fisik, kita membuat desain apa yang ada dalam pikiran dan ruh dari masyarakat," ucap Mardani.

Kondisi Lokasi Ibu Kota RI Baru di Kalimantan Timur, Rawan Bencana Banjir hingga Kebakaran Hutan

Mardani menyebutkan bahwa pemerintah sebelumnya tak pernah melakukan survei untuk meminta persetujuan masyarakat perihal pemindahan ibu kota RI.

"Contohnya, sudahkah para generasi melenial ini, nanti kita meninggal loh, enggak menempati di situ, karena 20 tahun ke depan mereka (yang melanjutkan), apa mereka sudah ditanya (perihal pemindahan ibu kota), ternyata belum tentu, tidak ada survei tanya," kata dia.

Lebih lanjut, Mardani menilai bahwa pemindahan ibu kota negara yang disebutnya tak direncanakan secara matang akan beresiko pada hasil yang tidak baik.

"Bisa jadi tetapi kalau kita tidak fokus dan memperbaiki proses ingin menghasilkan hasil yang baik itu bulshit," tutur Mardani.

Mardani Ali Sera dan Johny G Plate dalam Acara DUA ARAH KOMPASTV (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Mendengar pernyataan tersebut, Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Johny G Plate mengungkapkan bahwa seharusnya semua masyarakat Indonesia merasa optimis dengan pemindahan ibu kota RI.

Halaman
123