Terkini Nasional

Soal Rencana Datangkan Rektor dari Luar Negeri, Guru Besar UI: Penjajahan Dihidupkan Kembali

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmanto Juwana, menyatakan rencana Kementerian Riset Tekonologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mendatangkan rektor dari luar negeri akan kembali menimbulkan suasana penjajahan di Indonesia, Jumat (2/7/2019)

Seperti diketahui, Menristekdikti, Muhammad Nasir, berencana untuk mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi (PTN) di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan untuk dapat meningkatkan peringkat PTN Indonesia hingga masuk ke dalam 100 daftar universitas terbaik dunia.

“(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia," ucap M. Nasir

"Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item,” lanjutnya.

Jadwal Liga 1 2019 Pekan 12: Persija Jakarta Vs Arema FC, Barito Putera Vs Persib Bandung

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (1/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempertimbangkan keputusan ini.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Adita Irawati, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya peemrintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

"Presiden berharap perguruan tinggi nasional punya daya saing yang lebih tinggi. Rektor asing ini salah satu upayanya disamping pembenahan yang lain," tutur Adita.

Namun ia menolak jika presiden telah menyetujui rencana tersebut. 

"Saya enggak bilang begitu ya," kata Adita.

Ia menyatakan jika sampai saat ini rencana untuk mendatangkan rektor dari luar negeri masih dikaji lebih lanjut oleh Kemenristek Dikti. 

"Sedang dievaluasi oleh Kemenristek Dikti," tutur Adita.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

WOW TODAY: