TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan klarifikasi terkait beredarnya kabar bahwa Partai Demokrat menarik semua kadernya dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Diberitakan TribunWow.com, klarifikasinya itu disampaikan Ferdinand melalui video yang diunggah di akun Twitter @FerdinandHutah2, Jumat (19/4/2019).
Dalam video tersebut, Ferdinand menengaskan bahwa kabar tersebut tidaklah benar.
Ferdinand juga menjelaskan bahwa Partai Demokrat akan tetap berada di koalisi Indonesia Adil Makmur untuk terus mendukung pasangan calon nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
• Prabowo-Sandiaga Menang Telak di 14 Provinsi Versi Hitung Cepat Poltracking Indonesia
• Soal Hasil Survei 02 Prabowo Menang Pilpres, Lembaga Survei dan Pengamat Tagih Metodologi dan Data
"Saya ingin mengklarifikasi kesimpang siuran informasi yang beredar dari sejak tadi malam di media sosial kita bahwa partai Demokrat dinyatakan menarik diri dari BPN Koalisi Adil Makmur," kata Ferdinand.
"Saya harus menyatakan bahwa itu tidak benar. Partai Demokrat tetap berada di Koalisi Adil Makmur."
"Saya baru saja berkomunikasi dengan perangkat Ketua Umum di Singapura yang menjelaskan kepada saya bahwa Partai Demokrat akan menuntaskan kompetisi pemilu ini dan mendukung Prabowo-Sandi hingga selesai di jalur hukum yang berlaku di negara kita."
"Jadi kesimpang siuran ini saya klarifikasi. Semoga menjadi jernih dan menjadi jelas bahwa Partai Demokrat tetap berasa di Koalisi Adil Makmur," papar dia.
• Respons Pihak Demokrat soal Rumor SBY Tarik Semua Kadernya dari BPN Prabowo-Sandi
Ferdinand juga tampak memberi keterangan serupa dalam kicauannya itu.
Ferdinand menegaskan bahwa Demokrat akan mendukung Prabowo-Sandi menyelesaikan pemilu sesuai hukum yang berlaku.
"Menjawab kesimpang siuran informasi yang beredar sejak tadi malam, kami jelaskan bahwa PARTAI DEMOKRAT TETAP BERADA DI KOALISI ADIL MAKMUR DAN AKAN MENDUKUNG PRABOWO SANDI SERTA MENYELESAIKAN PEMILU INI SESUAI HUKUM YANG BERLAKU.
@prabowo @sandiuno @hincapandjaitan @SBYudhoyono," tulis Ferdinand.
• Partai Demokrat Sebut Klaim Kemenangan Pilpres Berpotensi Ganggu Ketertiban
Dalam kicauan lain, Ferdinand lantas menyebutkan apa yang sebenarnya diperintahkan oleh Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Ferdinand, SBY memerintahkan agar kader Demokrat menarik diri dan tidak ikut bila ada gerakan yang melawan kosntitusi.
Ferdinand menjelaskan bahwa SBY menginginkan kewajiban politik Demokrat di BPN diselesaikan di jalur Hukum yang berlaku.