12,7 persen responden lainnya memilih tidak tahu harus memilih siapa, atau tidak memberikan jawaban.
Berdasarkan rilis dari Charta Politika, survei ini menggunakan sebanyak 2.000 responden yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia, dengan cara wawancara tatap muka langsung menggunakan kuesioner terstruktur.
Survei menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Indikator Politik
Survei ini dilakukan pada 16-26 Desember 2018.
Berdasarkan survei, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,9 persen.
Sedangkan Prabowo-Sandiaga elektabilitasnya 34,8 persen.
9,2 persen responden memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Kemudian 1,1 persen sisanya memilih untuk golput.
Survei yang digelar pada 16-26 Desember 2018 itu melibatkan sebanyak 1.220 responden di seluruh provinsi.
Metode yang digunakan ialah Multistage Random Sampling dengan wawancara tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih.
Populi Center
Dikutip dari Tribunnews, survei Populi Center dilakukan pada 20-27 Januari 2019.
Adapun metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka di 34 provinsi.
Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf unggul 54,1 persen dibandingkan Prabowo-Sandiaga, di mana pasangan 02 hanya memperoleh angka 31,0 persen.
Dari 1.486 responden, 14,9 persen tidak memberikan jawaban.
"Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan-bulan sebelumnya," kata peneliti Populi Center Dimas Ramadhan saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (7/2/2019).
Diketahui, pada survei sebelumnya, pada Desember 2018, elektabilitas Jokowi mencapai 52 persen.
Sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,7 persen.
Dari survei terbaru Populi Center, terlihat kedua paslon mengalami peningkatan elektabilitas. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)