Terkini Insternasional

33.000 Orang Desak Nike Tarik Sepatu yang Memiliki Tulisan Mirip 'Lafaz Allah' di Bagian Sol

Editor: Astini Mega Sari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lebih dari 33.000 orang, hingga Senin (04/02/2019), telah menandatangani petisi daring mendesak Nike menarik sepatu Air Max setelah muncul klaim sol pada sepatu ini 'ada tulisan Allah dalam huruf Arab'.

Mereka yang berkecimpung di dunia desain paham betul bahwa satu logo bisa memiliki banyak interpretasi begitu logo ini dilempar ke ruang publik.

Kadang tafsir yang muncul sama sekali di luar yang diperkirakan para perancang.

Konspirasi teori menyebutkan logo Procter and Gamble 'melambangkan setan'. (P&G)

Gandeng Atlet Kontroversial untuk Peringati 30 Tahun Logo Just Do It, Nike Tuai Kecaman

'Pemuja setan'

Procter and Gamble, perusahaan Amerika Serikat yang banyak membuat produk kesehatan dan perawatan pribadi, pada 1980-an menghadapi tuduhan "berhubungan dengan sekte pemuja setan".

Tuduhan ini terkait dengan logo perusahaan yang dipakai sejak 1851 yang menggambarkan laki-laki berjenggot dan 13 bintang.

Rumor menyebutkan bahwa desain ini "melambangkan setan dan bahwa Procter and Gamble menyisihkan keuntungan untuk secara diam-diam diberikan kepada sekte pemuja setan".

Sebagian orang melihat "laki-laki tua ini memiliki tanduk dan bahwa bintang-bintang melambangkan 666 kombinasi rahasia, angka yang biasanya diasosiasikan dengan setan".

Procter and Gamble mengubah logo pada 1991.

Mereka juga menang gugatan terhadap perusahaan pesaing Amway karena pengadilan menyatakan sebagian rumor tersebut dihembuskan oleh Amway.

Hakim memerintahkan Amway membayar ganti rugi US$19 juta kepada Procter and Gamble.

Usai Kontroversi Boikot Penunjukan Colin Kaepernick, Omset Penjualan Nike Justru Naik Drastis

Plagiarisme

Logo Olimpiade Tokyo 2020 dan logo Theatre De Liege (TOKYO 2020/THEATRE DE LIEGE)

Kasus logo yang juga menarik perhatian global adalah logo Olimpiade 2020 di Tokyo.

Pada 2015 panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 dipaksa mengubah desain setelah muncul tuduhan logonya mirip dengan Theatre De Liege di Belgia.

Perancang Belgia, Olivier Debie, membawa kasus ini ke pengadilan dengan mengklaim bahwa desain logo yang ia rancang pada 2013 "dijiplak oleh perancang Jepang Kenjiro Sano".

Tuduhan ini ditolak baik oleh Kenjiro maupun panitia pelaksana Olimpiade 2020.

Tapi logo Olimpiade 2020 akhirnya diganti dengan rancangan karya Asao Tokolo.

(BBC Indonesia)