Pilpres 2019

Peraturannya Tuai Polemik, KPU: Debat Bukanlah Acara Kuis atau Reality Show yang Penuh Tebak-tebakan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENCABUTAN NO URUT - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ketika pencabutan nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9). Jokow-Ma'aruf Amin mendapat No 01, sementara Prabowo-Sandi No 02.

Namun tetap tidak boleh keluar dari tema utama: hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

7. Dan yang paling penting, tim kampanye kedua Paslon sudah setuju dengan semua format seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Berikut visi misi paslon yang bisa diakses di laman http://kpu.go.id , KLIK https://kpu.go.id/index.php/pages/detail/2018/953

Terima kasih," tulis KPU_ID.

Diketahui, pasca lontarkan soal pembatalan penyampaian visi misi serta akan bocorkan pertanyaan, KPU mendapat banyak kritikan.

Satu di antaranya bahkan datang dari mantan komisioner KPU, Sigit Pamungkas.

Dikutip dari Kompas.com, keputusan KPU unutk mengirim daftar ke kandidat debat adalah hal yang aneh.

"Menurut saya aneh sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Mestinya itu otentik muncul dalam proses debat," kata Sigit di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Selain Sigit, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah juga ikut melontarkan kritikan melalui Tiwtter miliknya, @FahriHamzah, Sabtu (5/1/2019).

Rizal Ramli Kritisi Keputusan KPU yang Bocorkan Pertanyaan, Didi Irawadi: Kalah dengan Miss Universe

Fahri memberikan sindirian atas peraturan itu dengan mengatakan untuk mengganti dengan permainan petak umpet.

"Kalau gitu diganti aja dengan main petak umpet," tulis Fahri Hamzah melalui Twitter @Fahrihamzah, Sabtu (5/1/2019).

Kicauan Fahri Hamzah Rais kritisi KPU (Capture Twitter @Fahrihamzah)

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)