Berbeda dengan Jansen yang mengatakan bahwa Andi terlalu cinta untuk menjaga kedamaian pemilu, Razman menilai bahwa Andi Arief terlalu cinta dengan kubunya sendiri.
"Kalau begitu dia terlalu cinta dengan kubunya sendiri," terang Razman.
Ia lantas menjelaskan mengapa dirinya menyebut Andi Arief terlalu cinta dengan kubunya sendiri.
"Secara psikologi, kejiwaan, meskipun dia tidak menyebut 01, tapi kekhawatiran dan rasa cemasnya seorang Andi Arief itu jelas patut diduga mengarah ke 01, Itu secara psikologis ya," jelas Razman kemudian.
Hal tersebut kemudian dikomentari lagi oleh Jansen dengan sebuah bantahan.
Menurutnya, Andi Arief adalah seorang yang netral dan tidak berpihak kepada satu pihak pun.
"Andi ini orang bebas, bahkan di 02 saja dikatakan Andi ini bukan tim sukses kami, jadi Andi ini memang penjaga demokrasi," terangnya.
"Dia itu aktivis mahasiswa bagi dia demokrasi itu harus dijaga dan kalau ada kekeliruan di 01 dia luruskan, kalo ada di 02 dia luruskan juga," lanjut Jansen.
Tak hanya itu, Jansen juga menuturkan bahwa Andi Arief merupakan aset yang dimiliki oleh Indonesia.
"Beda memang Andi ini memang, dia orang paling unik di negeri ini, dia aset Indonesia dia ini," terang Jansen.
Jansen Sitindaon (demokrat.or.id)
• Soal Surat Suara Tercoblos, Ferdinand Hutahaean Sebut KPU Tak Berhak Katakan Kabar Itu Hoaks
Pernyataan Jansen Soal Cuitan Andi Arief
Jansen Sitiandaon sebelumnya juga membantah tuduhan yang menyebutkan Andi Arief terlibat dalam penyebaran berita hoaks surat suara tercoblos.
Diketahui, kabar soal surat suara tercoblos mulai mencuat setelah cuitan yang dibuat oleh Andi Arief mendapatkan respon dari pihak terkait.
Lantaran kabar tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) langsung terjun ke kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk mengecek keberenaran kabar tersebut.
Jansen menjelaskan bahwa Andi Arief sama sekali tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong itu.