8 Instrumen Investasi yang Wajib Anda Pelajari Agar Cuan

Editor: Wulan Kurnia Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lima Alasan Anda Perlu Investasi Sejak Muda

Pertama ada emas yang merupakan pilihan paling mudah sehingga Anda tidak perlu belajar investasi secara mendalam.

Emas dan logam mulia ini merupakan jenis investasi klasik yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita.

Harga emas selalu naik setiap tahunnya sehingga sangat cocok dijadikan sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Investasi emas ini terbagi menjadi beberapa jenis yakni logam mulia, emas batangan, emas perhiasan, dan emas voucher atau emas digital.

Risiko instrument investasi emas adalah fluktuasi harga yang dapat terjadi dalam waktu harian di pasar domestik maupun global. 

Kekurangan dari investasi emas adalah Anda harus menyimpannya di tempat yang aman karena emas sangat rentan terhadap tindak pencurian.

Anda bisa menyimpan emas di bank dengan menyewa Safe Deposite Box (SDB) atau menyimpan emas di rumah dengan meletakkannya dalam brankas.

Disinilah Anda harus belajar investasi emas agar tidak menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan.

Baca juga: Yuk, Menabung Emas di Pegadaian untuk Investasi Masa Depan

2. Deposito

Jenis investasi lainnya yang mudah dilakukan adalah deposito.

Deposito sebenarnya adalah jenis tabungan, hanya saja perbedaannya dana tidak bisa Anda ambil sewaktu-waktu karena ada jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya antara Anda dan pihak bank.

Jangka waktu biasanya berkisar antara 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan dengan dana minimal mulai Rp 10 juta.

Ada dua jenis deposito yang bisa Anda pilih yaitu sertifikat deposito, dan deposito online yang bisa Anda buka melalui internet banking.

Ingat ya, dana simpanan di deposito yang dijamin pemerintah, dalam hal ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hanya sebesar Rp 2 miliar setiap rekening dan sepanjang bunga deposito yang dijanjikan tidak melebihi bunga deposito yang ditetapkan oleh LPS.

Halaman
1234