"Saya ingin pemerintah segera membangun jalan sepanjang 3,2 kilometer agar murid-murid saya bisa ke sekolah lebih cepat," kata Li.
"Jika jalan belum ada, saya ingin membeli sebuah perahu motor karena saya semakin sulit mendayung pada usia saat ini," kata dia.
Satu impian Li lainnya adalah berharap ada seseorang yang mau menggantikan tugasnya karena tak selamanya dia kuat untuk mendayung perahu.
"Namun, saat ini saya akan tetap mendayung semampu saya demi membawa murid-murid saya," kata Li.
3. Lewati jalan berlumpur
Dilansir dari TribunPekanbaru.com, kali ini kisah perjuangan dari seorang guru di pelosok Bengkalis, Riau.
Guru itu bernama Yogi, melewati jalan berlumpur saat menuju sekolah di SDN 12 Kecamatan Bantan Desa Teluk Lancar, tempat ia mengajar.
Dirinya harus berjuang setiap hari untuk pergi mengajar ke sekolahnya.
Tidak hanya mobil yang melewati akses jalan yang sering terkurung di lubang jalan berlumpur tempat akses ke sekolah, tetapi Yogi juga terkadang harus berjibaku lumpur saat kendaraannya tak mampu menghadapi lubang yang menangani itu.
• Ucapan Selamat Hari Guru dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya, Cocok untuk Dikirim Lewat SMS atau WA
"Kami juga terjatuh kadang karena kondisi jalan berlubang yang cukup dalam," ungkapnya.
Menurutnya, untuk sampai ke sekolah saja dirinya harus menghabiskan waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalan yang rusak parah
Jika kondisi jalan bagus mungkin jalan tersebut bisa ditempuh lebih cepat sekitar setengah jam.
Tidak hanya hujan, kondisi air laut pasang juga menjadi hambatan untuk berangkat sekolah, karena saat air laut pasang jalan yang ditempuh rusak ini juga ikut tenggelam terendam air.
"Kalau sudah begini kami harus menunggu pasang ini surut baru bisa melintasi jalan. Kalau sudah begini terlambatlah sampai sekolah," ungkapnya.
• 10 Promo Khusus di Hari Guru Nasional, Diskon Harga Servis Motor hingga Makan 100% Gratis
Selain akses jalan, guru di pedalaman juga harus sabar dalam memberikan motivasi dan semangat belajar pada siswa.