"Ada juga teman guru Lusia lainnnya dan anak yang harus jalan kaki ke sekolah dengan jarak sekitar 3 kilometer dengan kondisi jalan dan jembatan yang parah," ujar Askiman yang dilantik sebagai wakil bupati Sintang periode 2006-2021 pada 17 Februari 2016 yang lalu.
Namun Askiman menjelaskan, pemerintah daerah telah berupaya mangatasinya secara perlahan namun pasti.
2. Dayung perahu jemput muridnya
Kisah inspiratif lainnya, ada di kawasan Dazu, Chongqing, Tiongkok.
Seorang guru selama 10 tahun terakhir rela mendayung perahu untuk membawa murid-muridnya ke sekolah.
Sebenarnya ada jalan biasa, namun anak-anak itu membutuhkan waktu dua jam mengitari bendungan.
Pada 2007, Li Congshu (60) memiliki ide untuk membuat sebuah perahu kayu. Tanpa ragu, dia menggunakan uangnya sendiri untuk membuat sebuah perahu. Setelah perahu itu selesai, Li kemudian menggunakannya untuk menjemput murid-muridnya.
• Lirik dan Kunci Gitar Lagu Iwan Fals Guru Oemar Bakri, Bercerita tentang Perjuangan Guru
Dengan menggunakan perahu, perjalanan menuju sekolah hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Tak hanya menyediakan perahu, Li juga menyiapkan jaket pelampung demi keselamatan anak-anak muridnya.
Setiap pagi, Li meninggalkan rumahnya pada sekitar pukul 07.30 dan berjalan 20 menit menuju dermaga tempat perahunya ditambatkan.
Dia kemudian mulai mendayung ke sisi lain bendungan untuk menjemput 13 muridnya yang sudah menunggu.
Usai jam sekolah, Li kemudian mengantarkan anak-anak itu pulang ke rumah. Semua dilakukan Li dengan sukarela dan tanpa memungut biaya sama sekali.
Saat ditanya mengapa dia rela mendayung untuk menjemput murid-muridnya, Li hanya mengatakan dia bahagia bisa melihat anak-anak itu bisa belajar di sekolah.
"Saya sangat bahagia bila melihat anak-anak belajar di sekolah, meski banyak yang mengatakan saya terlalu mencintai profesi ini," ujar Li.
• Hari Guru Nasional, Ini 10 Film Tentang Perjuangan Guru Lengkap dengan Sinopsisnya
Saat ini, ujar Li, dia hanya memimpikan tiga hal dan semua impiannya terkait dengan kelangsungan pendidikan murid-muridnya.