TRIBUNWOW.COM - Konsultan Keuangan QM Financial, Ligwina Hananto, memberikan tanggapannya soal bahasa Inggris, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF).
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Ligwina Hananto melalui laman Twitternya, @mrshananto, yang diunggah, pada Jumat (14/9/2018) pagi.
Ligwina mengaku jengkel melihat banyaknya hinaan yang ditujukan ke Jokowi atas Bahasa Inggris yang digunakan sang presiden dalam pidatonya itu.
Padahal menurutnya, pidato Jokowi sangatlah bagus.
• Fedinand Hutahaean: Pemerintah Berprestasi Tak Perlu Iklan di Mana-mana
"'Apaan ngomongin Thanos!'
'Bahasa Inggris belepotan!'
'Si planga plongo!'
Gw tuh gak mau juga jadi die hard Jokowi. Tapi lihat Pakde dihina-hina terus lama-lama gw jengkel lho. Lalu nonton videonya pidato di World Economic Forum dan kesimpulan gw, PIDATO PRESIDEN KEREN BGT!" tulis Ligwina.
Dalam unggahannya selanjutnya, ia menyebutkan, kakeknya dulu juga memiliki aksen yang sama dengan Jokowi.
Bahkan, Ligwina mengaku bangga dengan aksen Jawa yang kuat yang dimiliki Jokowi dan kakeknya dalam melafalkan kalimat Berbahasa Inggris.
"'Ngomong kok Inggrisnya kayak gitu!' SHUT UP! My late grand dad was a STANFORD GRADUATE and his English was exactly like Pak Jokowi. With strong Javanese accents. I am proud," kicaunya.
(Ngomong kok Inggrisnya kayak gitu!' DIAM! Kakek saya seorang LULUSAN STANFORD dan bahasa Inggrisnya sama persis dengan Pak Jokowi. Dengan aksen Jawa yang kuat. Saya bangga.)
• Soal Iklan Capaian Pemerintah di Bioskop, Jokowi: Itu Amanat Undang-Undang, Memang Tugas Kominfo
Atas unggahan Ligwina, banyak warganet yang turut memberikan komentarnya.
"Setuju Teh Wina. Isi pidatonya keren banget. Saya lihat dan dengarkan penuh pidatonya.
Rangorang lihatnya isi/substansi kan.
Mereka yg menghina bahkan ga mau tahu isinya apaan. Kesel emang lama-lama. Itu Indonesia dipuji loh padahal," tulis @fxmario.
"aksen mah nomor sekian ya. Isi pidatonya menurutku bagus bgt: kalo berniaga jgn serakah, jgn pesimis SDA abis karena ada renewable energy, sumber daya yg terpenting itu manusianya. Keren lho," kicau @nianugroho.
"aku prihatin sama mereka. jelas mereka gak paham zero sum game itu apa, dan bagaimana menggugahnya cuplikan pidato barusan dengan metafor yang relevan, yang orang gampang paham. cuma bisa bilang prihatin dan kasihan," tulis @kemiri.