Batal diperbaiki
Prabowo juga terlihat memegang bagian yang bolong di kursi sofa warna cokelat itu. Yenny Wahid yang menyambut kedatangan Prabowo menjawab singkat.
"Nanti biar Ibu (Sinta Nuriyah Wahid) yang cerita," kata Yenny.
Sinta bercerita yang membuat kursi sofa itu bolong adalah almarhum Gus Dur.
Presiden ke-4 RI itu selalu menyambut tamu secara lesehan.
Saat berbincang dengan para tamu, jari tangan Gus Dur selalu menggaruk kulit kursi sofa tersebut.
Karena kebiasaan tersebut, akhirnya kulir kursi sofa jadi bolong.
"Saat belau lagi menerima tamu, tangannya sambil begini-begini (menggaruk), akhirnya robek seperti itu," cerita Sinta.
Sinta sempat berencana memperbaiki sofa tersebut.
Namun, niat itu dibatalkan lantaran orang orang terdekat melarang, alasannya untuk mengenang sosok Gus Dur.
• Polemik Video Iklan Bendungan Jokowi di Bioskop, Tanggapan Parpol, Istana dan Kominfo
"Semua orang melarang niat saya mengubah (memperbaiki) kursi itu," tutur Sinta.
Prabowo terlihat memegang sofa itu sambil menepuk nepuk.
Di rumah keluarga Gus Dur, Prabowo sempat bertemu dengan juru bicara keluarga Gus Dur, Wahyu Muryadi.
Mereka sempat melontarkan canda.
Pasalnya, Wahyu yang merupakan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Tempo sering memberitakan Prabowo.
"Dulu sempat di Tempo kan," tanya Prabowo.
"Iya, sekarang sudah pensiun," jawab Wahyu.
"Dulu sering nyerang nyerang saya. Telepon-telepon," tambah Prabowo.
"Saya senang diserang serang," lanjut Prabowo.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Kisah Sofa Bolong Saat Prabowo Bertemu Keluarga Gus Dur, Ini Cerita Sinta Nuriyah