TRIBUNWOW.COM - Ketua Progres 98, Faizal Assegaf memberikan tanggapan terkait pernyataan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief soal dugaan mahar politik Rp 500 miliar ke PAN dan PKS.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitternya, @faizalassegaf, yang ditulis pada Selasa (14/8/2018).
Faizal Assegaf menilai gencarnya Andi Arief membongkar dugaan mahar politik menjadi bukti bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya berpura-pura mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
• Asman Abnur Bakal Direshuffle, Mensesneg Pratikno: Konsekuensi dari Dinamika Politik
Menurutnya, SBY sadar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memenangkan kontestasi politik itu.
Dikatakannya, SBY sedang membiarkan Andi Arief untuk terus menggaungkan isu mahar politik itu ke publik.
@faizalassegaf: "Gencaranya Andi Arief bongkar skandal mahar politik 500 M Sandiaga Uno kpd PKS & PAN bukti SBY hanya kamuflase dukung Prabowo.
SBY sadar bhw @jokowi akan menang dan hanya satu cara utk bargaining dgn JKW yakni dgn membiarkn Andi Arief terus suarakan kebusukan Sandiaga cs.
*FA*"
Cuitan Faizal Assegaf (Capture Twitter)
Sebelumnya diberitakan, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku diperintah partainya untuk bicara mengenai dugaan mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS.
Mahar itu, disebutnya, dijanjikan agar PAN dan PKS mau menerima Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto.
"Saya ingin menyatakan bahwa saya diperintah partai bicara ini," kata Andi dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Senin (13/8/2018) malam.
• Andi Arief Mengaku Diperintah Partai untuk Bicara soal Mahar Politik, Rustam Ibrahim Beri Tanggapan
Ketika pembawa acara bertanya apakah pernyataan Andi Arief bisa dipertanggungjawabkan, politisi Demokrat itu tanpa ragu mengatakan, "Iya."
"Bisa dipertanggungjawabkan, itu sikap resmi kami malam itu untuk mencegah agar tidak terjadi," imbuh Andi Arief.
Andi kemudian menceritakan bagaimana kronologi keputusan itu diambil.
"Saat itu ramai, ada sekitar 40-an orang, setelah pertemuan kecil, ada pertemuan besar."
• Andi Arief: Saya Enggak Mungkin Ditertibkan demi Menutupi Apa yang Fadli Zon Bicarakan