Nilai Tukar Lira Anjlok, Pengamat Politik: Jangan Percaya Jargon-jargon Kerakyatan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Saiful Mujani

TRIBUNWOW.COM - Saiful Mujani, pengamat politik yang juga pendiri lembaga survei Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) berkomentar terkait anjloknya nilai tukar mata uang Turki, lira.

Dilansir TribunWow.com, komentar itu diberikan Saiful melalui Twitter miliknya, @Saiful_mujani, Senin (13/8/2018).

Dengan mentautkan berita yang menyatakan lira anjlok, Saiful pun mengatakan jika saat ini posisi negara Turki dalam bahaya.

Ia juga mengaitkan anjloknya lira ini dengan jargon-jargon maupun rayuan-rayuan.

Namun, ia tidak mengatakan jargon dan rayuan dalam konteks apa di kicauannya itu.

"Turki dalam bahaya. Jangan percaya dengan retorika2 populis, jargon2 kerakyatan, rayuan2 klaim relijus." tulis Saiful Mujani.

PAN Dukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, Bagaimana Nasib Menteri Asman Abnur di Kabinet Kerja?

 

Tweet Saiful Mujani (Capture Twitter @saiful_mujani)

Sementara itu, diberitakan sebelumnya dari Kompas.com, seperti halnya keruntuhan Kekalifahan Ottoman usai Perang Dunia I, krisis ekonomi yang kini menghantam Turki sudah diprediksi sejak lama.

Berbagai masalah kredit dan perbankan membuat Turki mengalami krisis ekonomi yang lebih panjang ketimbang yang seharusnya.

Meski demikian, anjloknya nilai tukar lira belakangan ini tetap mengejutkan banyak kalangan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan kemungkinan bisa saja menangani krisis ini.

Namun, dia malah memutuskan "beradu kuat" dengan Presiden AS Donald Trump terkait penangkapan seorang pendeta asal AS.

Fakta-fakta Dugaan Mahar Politik: Bantahan Sandiaga, Sikap Andi Arief hingga Respon Bawaslu dan KPU

Hingga akhir pekan lalu, satu dolar AS setara dengan 6,5 lira Turki atau kurang dari sepertiga nilainya pada 2014.

Alhasil, perekonomian Turki menghadapi level inflasi ekstrem di saat harga-harga komoditas ekspor melonjak yang memicu meningkatnya biaya produksi yang tak terjangkau para pengusaha Turki.

Kemungkinan perekonomian Turki akan menyusut hingga 10-20 persen sebelum krisis berakhir dan Erdogan membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan.

Berbagai perusahaan Turki telah meminjam sekitar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,3 triliun dalam mata uang asing.

Halaman
123