Di sisi lain, Didi Kwartanada menyebut program tersebut hanya merupakan jargon dari pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.
Didi mengatakan apabila program tersebut mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju, namun, masih kuran dalam hal implementasi.
"Tapi tampak masih nanggung implementasinya. Karena memang rupanya Pak Jokowi fokusnya ke infrastruktur terlebih dahulu. Itu yang pertama," kata Didi, Jumat (16/3/2018).
• Tanggapi Omongan Susi Pudjiastuti, Fadli Zon: Apa Sudah Tahu Nelayan Hidup Susah?
Didi menyatakan jika Puan tidak maksimal melaksanakan program tersebut.
"Bu Puan di awal-awal cuma pasang iklan di koran cetak, kutipan Bung Karno soal revolusi mental. Ya, anda bayangkan, anak milenial kan sudah tidak baca koran lagi. Sasarannya enggak jelas," imbuhnya.
Kemenko PMK juga sempat membuat website revolusi mental, namun, tetap dianggap tak tepat sasaran.
"Apakah ada orang khusus untuk browsing website revolusi mental? Jadi apa yang dilakukan ya, sampai kini saya rasa belum mengenai sasaran," ucap Didi.
Sementara itu, Jokowi mengatakan apabila pembangunan sumber daya manusia adalah langkah besar kedua pemerintahannya setelah langkah besar pertama, yakni pembangunan infrastruktur.
"Setelah pekerjaan besar, yaitu infrastruktur telah kita jalankan selama kurang lebih 3,5 tahun, kita akan bergeser pada pekerjaan besar yang kedua, yaitu investasi di bidang SDM, investasi di bidang sumber daya manusia," ujar Jokowi, Kamis (15/3/2018).
Pemerintah pun telah melakukan sejumlah hal untuk melaksanakan program tersebut.
Seperti menggelar seminar Revolusi Mental sebagai bagian dari program penguatan kapasitas pemimpin Indonesia dalam rangka mengantisipasi perubahan ke depan dan visi 'Making Indonesia 4.0', Juni lalu.
Diberitakan Tribunnews, program penguatan kapasitas pemimpin Indonesia di tingkat pemerintah pusat dan daerah dirasakan penting mengingat perubahan dunia dan transformasi teknologi yang terjadi dengan pesat serta tantangan dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
“Revolusi mental akan terus dijalankan untuk mengubah mindset negatif serta ketakutan terhadap revolusi industri 4.0,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kala pada saat pembukaan seminar. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
• Najwa Shihab Menemukan Alat Olahraga di Sel Lutfi Hasan hingga Barang Mewah di Ruangan OC Kaligis