TRIBUNWOW.COM - Tokoh NU sekaligus staf akademik di Monash Law School, Australia Nadirsyah Hosen melontarkan sindiran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menko Pembangunan Manusian dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani.
Dilansir TribunWow.com dari akun Twitter @na_dirs, Rabu (25/7/2018), Nadirsyah Hosen menyebut program revolusi mental tidak terasa efeknya.
Ia pun membandingkan dengan program infrastruktur yang justru lebih terlihat.
Menurutnya, ada ketimpangan antara pembangunan manusia dengan infrastruktur di Indonesia.
• SBY Ungkap Hubungannya dengan Jokowi-Megawati hingga Ingatkan Romahurmuziy untuk Jaga Bicara
@na_dirs: "Saya akan terus mengkritisi Pak Jokowi dan Bu Menko yg menangani revolusi mental.
Duit sdh berhamburan, hasil gak ngefek.
Kalah dg program infrastruktur.
Timpang jadinya.
Ini catatan serius utk periode pertama @ jokowi Harus ada ingatan besar2an.
Maaf ya Pak Presiden & Bu Menko."
• Sindir Ada yang Mau Jadi Wapres 3 Kali, Rizal Ramli: Apakah Hanya untuk Proteksi Gurita Bisnis?
Sebelumnya, sejumlah kritikan mengenai program revolusi mental juga disampaikan oleh beberapa tokoh.
Seperti Agus Harimurti Yudhoyono dan sejarawan Didi Kwartanada.
Dikutip dari Kompas.com, dalam pidatonya, 9 Juni 2018, AHY menyebut jika masyarakat sebenarnya menaruh harapan besar pada program revolusi mental.
"Ketika pemerintah saat ini berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas kita patut bertanya 'Apa kabar, Revolusi Mental?'" ujar AHY kala itu.