Pertama, kesalahan ibu adalah bikin nelayan sengsara.
Padahal. Tugas ibu nomor 1 di posisi itu bukan yang lainnya tetapi bikin nelayan hidup bahagia.
Ibu boleh punya alasan konservasi, dll sampai ibu dipuji dunia. Seperti sudah ibu nikmati. Hebatlah.
Tetapi ibu perlu tau.
Karena kaum kapitalis global maunya kita membersihkan laut kita dengan membatasi rakyat kita sendiri setelah mereka kotori laut kita berabad-abad.
Mereka tidak peduli rakyat nelayan tambah miskin. Kemiskinan hanya statistik!
Kedua, tugas ibu bukan menegakkan hukum. Saya sudah baca UU yang sekarang ibu mau ubah.
Memang Gak ada dan tidak boleh. Konsep poros maritim itu bukan menyulap menteri kelautan menjadi penegak hukum.
Kenapa ibu mengambil pekerjaan polisi dan tentara?
Suatu hari, di istana, saya berbincang dengan ibu dan mengeluhkan para beking pencuri ikan.
Orang2 yang ibu sebut termasuk yang dekat dengan pejabat di sekitar rapat kabinet.
Ya itulah persoalannya. Pencuri itu ada bekingnya. Dan pejabatnya masih aktif.
Soal keberanian saya anggap ibu Ok punya lah.
Tapi ini soal kemiskinan rakyat yang ada dalam kenyataan dan dalam statistik.
Ibu ingin konservasi ikan, lalu syarat bagi rakyat untuk menangkap dipersulit padahal rakyat cuman bisa itu karena berabad-abad hidup di situ.