Dosen Wanita Ditangkap Polda Sumut usai Sebarkan Hoax Terkait Bom Surabaya di Akun Facebook

Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Himma Dewiyana oknum PNS yang bekerja sebagai dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU) ditangkap Polda Sumut

TRIBUNWOW.COM - Himma Dewiyana Lubis bukan dari kalangan masyarakat bawah, dia termasuk kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan terakhirnya S2.

Saat ini dia tercatat sebagai tenaga pengajar yakni dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Suamtera Utara (USU).

Himma Dewiyana ditangkap oleh Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut di rumahnya Jalan Melinjo II Komp. 

Johor Permai Medan Johor Kota Medan terkait dengan ujaran kebencian yang dipostingnya dalam akun media sosial.

Himma menulis di dalam akun Facebooknya kalau kalau bom 3 gereja di Surabaya hanya pengalihan isu.

Dia meminta tetap fokus untuk tagar #2019GantiPresiden.

Jokowi Ultimatum RUU Antiterorisme Selesai Juni 2018, Ternyata 7 Hal Ini yang Masih Diperdebatkan

Namun siapa Himma Dewiyana?

Dalam situs researchgate.net, media online yang menerbitkan jurnal ilmiah di seluruh dunia merekam hasil penelitian Himma Deiyana.

Himma Dewiyana dosen Perpustakaan USU (Tribun Medan)

Dia tampaknya mengerti betul kekuatan teknologi media sosial yang disebarluaskan melalui smartphone. Tercatat Himma pernah menerbitkan jurnal ilmiah di Journal of Physics Conference Series berjudul "Teknologi daring untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan umum". 

Dalam jurnal tersebut Himma menulis mayarakat informasi terutama pengguna perpustakaan mengharapkan cara yang lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan informasi dan berbagi pengetahuan.

Perpustakaan juga menerapkan cara terbaik untuk memberikan layanan terbaik dan cara termudah untuk menyebarluaskan dan berbagi informasi dengan para penggunanya. 

Salah satu teknologi yang memungkinkan perpustakaan lebih dekat dengan pengguna mereka adalah teknologi daring. 

Layanan Dasar Perpustakaan Daring mengadopsi teknologi dan layanan baru untuk menyediakan dan meningkatkan aksesibilitas ke sumber daya perpustakaan. 

Dalam hal ini layanan teknologi seluler yang ditawarkan adalah E-book / Earticles, E-news, E-journal, dapat didownload, OPAC, reservasi buku, layanan referensi seluler, layanan pribadi melalui teknologi mobile, obrolan / pesan instan, media sosial, dan lain-lain.

Niat Kemenag Terbitkan Daftar 200, Ustaz Dibantah Hidayat Nur Wahid dengan Menguak Fakta Sebaliknya

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dasar layanan teknologi seluler dan layanan seluler pengguna perpustakaan yang paling dibutuhkan, serta kendala yang dihadapi oleh perpustakaan dan pengguna dalam aplikasi teknologi seluler.

Halaman
123