Breaking News:

Terkini Internasional

Donald Trump Nilai QRIS Indonesia Rugikan AS, Minta Diganti Visa, MasterCard, Ini Kata BI

Pembayaran melalui Quick Responese Indonesia Standard (QRIS), kini menjadi sorotan di tengah negosiasi Indonesia-Amerika Serikat.

Editor: Lailatun Niqmah
TribunWow.com/Khistian Tauqid Ramadhaniswara
NEGOSIASI IMPOR AS - Ilustrasi Pembayaran via QRIS - Pembayaran melalui Quick Responese Indonesia Standard (QRIS), kini menjadi sorotan di tengah negosiasi tarif Impor Indonesia-Amerika Serikat. 

TRIBUNWOW.COM - Pembayaran melalui Quick Responese Indonesia Standard (QRIS), kini menjadi sorotan di tengah negosiasi tarif impor Indonesia-Amerika Serikat.

Amerika Serikat menilai pembayaran via QRIS merugikan mereka, lantaran menghambat perdagangan luar negeri AS.

Oleh karena itu, di tengah negosiasi tarif impor AS, pihak Amerika Serikat mengusulkan agar pembayaran QRIS diganti dengan Visa, MasterCard.

Menteri Koordinator Bidang Perkenomonian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait masukan dari pemerintah AS terkait system pembayaran tersebut

"Kami sudah berkoordinasi dengan OJK dan BI, terutama terkait dengan payment yang diminta oleh pihak Amerika," ungkap Airlangga dalam konferensi pers, Sabtu (19/4/2025).

Baca juga: Dampak Kebijakan Tarif Impor 32 Persen ala Donald Trump, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tanggapan Bank Indonesia

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti buka suara terkait pemerintah Amerika Serikat yang mempersoalkan kebijakan sistem pembayaran Indonesia seperti QRIS.

Destry menyampaikan, baik QRIS ataupun system pembayaran lainnya (fast payment), Indonesia selalu menjajaki kerjasama dengan negara lain tanpa membeda-bedakan.

"Itu memang sangat tergantung dari kesiapan masing-masing negara. Kalau Amerika siap, kita siap, kenapa enggak?" ungkap Destry saat ditemui Kontan di acara Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Lebih lanjut Destry menyoroti, persoalan yang sampai saat ini selalu diributkan terkait system pembayaran melalui Visa, MasterCard yang menurutnya tidak ada menjadi masalah. 

"Dan sekarang pun sampai sekarang kartu kredit yang selalu diributin, Visa, Master kan masih juga yang dominan. Jadi itu enggak ada masalah sebenarnya," ungkap Destry.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Amerika Serikat Persoalkan Sistem QRIS, Deputi Gubernur BI Buka Suara 

Tags:
Donald TrumpAmerika SerikatQR Code Indonesian Standard (QRIS)Bank Indonesia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved