Terkini Nasional
Lebaran Bukan Jadi Momen Pertemuan Prabowo dan Megawati, Ada Faktor Eksternal Jadi Penghalang?
Di momen lebaran Idul Fitri, Presiden Prabowo belum juga bertemu mantan Presiden Megawati meski Didiet Prabowo sudah lebih dulu sowan.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM – Idulfitri Lebaran nyatanya belum menjadi momen yang pas untuk Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Megawati untuk bertemu.
Padahal isu pertemuan Prabowo dan Megawati kerap berdengung semenjak pelantikan presiden.
Menanggapi hal itu, Pengamat politik Adi Prayitno menilai, seharusnya dua pemimpin partai itu sudah bertemu lantaran sering disebut memiliki hubungan yang baik.
Baca juga: Isi Hampers Idulfitri 2025 dari Presiden Prabowo, Melaney Ricardo: Isinya Gak Kaleng-kaleng
“Padahal, Prabowo dan Megawati secara simbolis dikesankan punya hubungan politik yang sangat akrab. Dalam konteks itu, mestinya pertemuan keduanya sudah terwujud,” ucap Adi, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/4/2025).
Adi enggan berasumsi jauh soal penyebab Megawati dan Prabowo tidak kunjung berjumpa.
“Entahlah. Gelap gulita, tak ada yang tahu apa yang jadi sebab kedua tokoh belum jua bertemu,” kata dia.
Di sisi lain, ia menyebut sempat ada spekulasi penyebab terhalangnya pertemuan Prabowo dan Megawati karena Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Sebagai informasi, hubungan antara Megawati dan Jokowi memang sempat diisukan retak ketika anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju menjadi wakil Prabowo pada pemilihan presiden (pilpres) lalu.
“Dulu ada spekulasi yang mengatakan bahwa jika hubungan Prabowo dan Jokowi baik-baik saja, maka sulit terjadi pertemuan. Sebaliknya, jika hubungan Prabowo dan Jokowi renggang, maka pertemuan keduanya dipersepsikan mudah terwujud,” ujar Adi.
Dosen dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pun punya spekulasi tersendiri terkait keterlibatan Jokowi dalam hal tersebut.
Menurut dia, Jokowi adalah faktor eksternal antara Megawati dan Prabowo.
Ia pun heran lantaran Jokowi kerap dikaitkan sebagai penghalang pertemuan Prabowo dan Megawati.
“Jokowi selalu dikait-kaitkan dalam soal ini. Padahal, Jokowi nonfaktor. Jika mau bertemu, ya bertemu saja, tak perlu ada faktor eksternal yang dikait-kaitkan. Itu spekulasi lagi,” ungkap dia.
Selain itu, Adi menilai, konteks politik saat ini berbeda dibanding tahun lalu ketika Prabowo baru dilantik menjadi kepala negara.
Usai Prabowo dilantik, menurut dia, Prabowo terlihat ingin merangkul lawan-lawan politiknya.
Sumber: Kompas.com
| Pahlawan Pengawal Urat Nadi Pangan NKRI dari Kaki Gunung Lawu, Karangpandan, Karanganyar |
|
|---|
| BPKH Wujudkan Keadilan Sosial Bagi Masyarakat Indonesia: Bikin Haji Tak Pandang soal Latar Belakang |
|
|---|
| Semangat Lukman Busra: Penjual Bakso Bakar di Dibal Boyolali yang Sukses Pergi Haji di Usia Muda |
|
|---|
| Tangis Haru Tukang Gali Kubur di Solo: Berjuang Haji Bersama, Ditinggal 1 Tahun Sebelum Berangkat |
|
|---|
| Seruan Baitullah untuk Semua: Perjuangan Tukang Gali Kubur dan Tambal Ban di Solo Bukti Nyatanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prabowomega242221.jpg)