Kasus Korupsi Minyak Mentah
Hotman Paris Sentil Komentar Ngotot Ahok soal Mega Korupsi Minyak Mentah: Aduh Ahok, Malu Dong
Hotman Paris beri komentar sentilan kepada Ahok terkait dengan gaya serta komentar menggebu-gebu mengenai korupsi minyak mentah.
Editor: adisaputro
Hingga akhirnya, nama Ahok kemungkinan turut terpanggil oleh Kejaksaan Agung.
Mengetahui hal itu, Ahok mengaku dengan senang hati jika dirinya mendapatkan proses pemanggilan itu.
Ahok mengaku memiliki bukti rekaman dan notulen di setiap rapat saat menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Rekaman itu bakal menjadi bukti bagaimana selama ini perusahaan migas terbesar di Indonesia tersebut dalam melakukan pekerjaannya.
Sejak bekerja di Pertamina, Ahok sudah curiga dengan gerak-gerik para Direksi Utama.
Ahok juga merasa heran, Petral yang dibubarkan karena berisi mafia justru kembali menjadi Dirut.
"Petral (sarang mafia) dibubarkan, tapi kenapa orang Petral jadi Dirut Patra Niaga? Jangan tanya pada saya, Anda tanya Menteri BUMN dong," tegas Ahok dikutip dari kanal YouTube Narasi yang tayang Sabtu (1/3/2025).
"Saya curiga, ini ada permainan bekas satu Dirut PT Niaga dipecat. Saya tidak tahu, tapi diduga karena dia tidak mau menandatangani pengadaan aditif," terang Ahok.
Lebih lanjut, Ahok membeberkan jika akar masalah tentang blending Pertamax dengan Pertalite bermula dari pengadaan aditif.
Zat aditif disebutkan dalam pembelaan Pertamina tentang isu pengoplosan.
Pihak pertamina menyebut, zat aditif ditambahkan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan.
Hal itu jadi bantahan Pertamina mengenai pengoplosan Pertamax dengan Pertalite atau Premium.
"Jadi pengadaan aditif ini melibatkan oknum di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) malahan, menurut isu oknum BPK ini jadi backing supaya Pertamina ini membeli aditif ini dengan transport dengan tender yang tidak sah."
"Saya dengar itu saya panggil datang ini semua ada rapat. Dalam berita acara, saya tanya ini gak bisa, terus ditakut-takutin kalo enggak tanda tangan di SPBU gak ada barang," jelas Ahok.
Tindak-tanduk mencurigakan itu terjadi ketika Ahok masih menjabat sebagai Komut Pertamina.