Breaking News:

Puasa Ramadhan 2025

Mengenal Tarhib, Meraih Berkah di Bulan Ramadhan 2025 dengan Persiapan Spriritual

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai tarhib, seberapa penting pelaksanaannya serta amalan yang dapat dilaksanakan untuk menyambut bulan Ramadhan.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Siswa SD 06 Cipinang Muara Jakarta Timur mengikuti pawai tarhib Ramadan berkeliling kampung, Selasa (21/3/2023). Kegiatan pawai yang diikuti siswa ini untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1444 Hijriah. Diakases pada Jumat 28 Februari 2025 

TRIBUNWOW.COM- Berikut ini merupakan penjelasan mengenai tarhib, seberapa penting pelaksanaannya serta amalan yang dapat dilaksanakan untuk menyambut bulan Ramadhan.

Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah Tarhib Ramadhan, yaitu bentuk penyambutan penuh sukacita untuk memulai bulan Ramadhan.

Secara bahasa, tarhib berasal dari kata rahhaba, yurahhibu, tarhiiban, yang berarti menyambut dengan kelapangan dan keterbukaan hati.

Dengan kata lain, Tarhib Ramadhan merupakan ungkapan kegembiraan dan kesiapan dalam menyambut bulan suci, baik melalui persiapan fisik maupun spiritual.

Di berbagai komunitas Muslim, tarhib biasanya diwujudkan dalam bentuk acara khusus, seperti kajian keislaman, doa bersama, dan berbagai kegiatan amal.

Tradisi ini menjadi pengingat untuk menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat memperbanyak ibadah.

Lantas seberapa penting tarhib serta apa saja amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan?

Simak penjelasan berikut ini:

Pentingnya Persiapan Menyambut Ramadhan 

Mempersiapkan diri dengan baik sangatlah penting, mengingat Ramadhan adalah momen istimewa yang hanya datang sekali dalam setahun.

Tanpa persiapan yang matang, kita bisa saja melewatkan kesempatan besar untuk meraih pahala dan keberkahan di dalamnya. Rasulullah SAW pernah bersabda: 

"Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.

Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka ia adalah orang yang merugi.

Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, maka ia tergolong orang yang celaka." (HR Al-Hakim) 

Hadits ini mengingatkan kita untuk selalu meningkatkan kualitas hidup, terutama dalam beribadah. 

Halaman
123
Tags:
tarhibPuasaRamadhanAmalan sunnah
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved