Breaking News:

Puasa Ramadhan 2025

Hasil Sidang Isbat Puasa oleh Kementerian Agama Diprediksi Beda dengan Muhammadiyah, Ini Kata BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan potensi perbedaan awal puasa antara pemerintah dan organisasi Muhammadiyah.

Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
Proses pemantauan hilal 1 Ramadhan 1445 H di Masjid Jami Al Musari'in Pondok Pesantren Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Minggu (10/3/2024). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan potensi perbedaan awal puasa antara pemerintah dan organisasi Muhammadiyah. 

Selain itu, di hari tersebut diperkirakan ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’. 

"Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” sebut Arsad di Jakarta, Senin (10/2/2025). 

Data hisab tersebut yang kemudian akan dikonfirmasi melalui proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal. Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah akan melakukan pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia. 

Hasil hisab dan rukyat tersebut kemudian akan dibahas pada sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul "Awal Puasa Ramadan 2025 Diramal Berbeda, Mengapa? Ini Penjelasan BRIN."

Tags:
Hasil sidang isbatKementerian AgamaRamadhanBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)Puasa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved