Breaking News:

Endorse Prabowo di Pilkada

Survei Sebut Pramono-Rano Unggul, Ridwan Kamil Disebut Butuh Endorse Prabowo jika Mau Menang

Berdasarkan survei elektabilitas Litbang Kompas terbaru, paslon Pramono - Rano unggul dibanding Ridwan Kamil - Suswono.

Tayang:
Instagram @prabowo
Momen makan malam antara bakal capres yang diusung Partai Gerindra, yakni Prabowo Subianto (kiri) dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kanan). 

TRIBUNWOW.COM - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta semakin sengit antara 2 pesaing.

Adalah paslon Pramono Anung - Rano Karno dan Ridwan Kamil - Suswono yang saling mengejar suara warga Jakarta.

Berdasarkan survei elektabilitas Litbang Kompas terbaru, paslon Pramono - Rano unggul dibanding Ridwan Kamil - Suswono.

Baca juga: Isi Diskusi Terbuka Raffi Ahmad dan Ridwan Kamil, Dipastikan Bukan Kampanye Pilgub DKI Jakarta

Elektabilitas Pramono-Rano berada di angka 38,3 persen, sedangkan Ridwan Kamil-Suswono meraih 34,6 persen. 

Sementara, tingkat keterpilihan paslon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, sebesar 3,3 persen. 

Dalam situasi ini, RK-Suswono yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus membutuhkan gebrakan, salah satunya dukungan Prabowo Subianto, sebagai Ketum Partai Gerindra. 

"Kalau saya melihatnya RK-Suswono ini membutuhkan endorse Pak Prabowo," ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/11/2024). 

Dukungan terbuka dari Prabowo sebelumnya dilakukan kepada pasangan cagub dan cawagub Jawa Tengah nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung KIM Plus. 

Orang nomor satu di Indonesia itu bahkan secara terbuka memohon kepada masyarakat Jawa Tengah agar mendukung Luthfi-Taj. 

Baca juga: Jokowi Disambut hingga Diajak Selfie Para Jemaah saat Salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta

Dengan demikian, bukan tidak mungkin langkah serupa bisa menjadi dorongan bagi RK-Suswono pada Pilkada Jakarta 2024. 

"Dalam konteks itu boleh saja Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra memberikan dukungan yang penting tidak cawe-cawe, tidak ada intervensi hukum. Jadi kalau di Jakarta, misalkan RK butuh endorse ya bisa jadi," kata Ujang. 

"Tapi sangat rawan karena pasti banyak kritik, dianggap tidak netral dan memihak," lanjut Ujang. 

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai Demokrat akan sulit masuk dalam koalisi, dalam acara Dua Arah, Senin (6/7/2020).
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai Demokrat akan sulit masuk dalam koalisi, dalam acara Dua Arah, Senin (6/7/2020). (Capture YouTube Kompas TV)

Prabowo-Jokowi Berpengaruh

Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa Prabowo memiliki pengaruh kuat pada Pilkada Jakarta

Sebanyak 49,7 persen responden mengatakan akan memilih cagub-cawagub Pilkada Jakarta yang didukung oleh Prabowo Subianto. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
PrabowoPramono AnungRano KarnoRidwan KamilJakarta
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved