Melihat Pentingnya Protein Hewani untuk Peningkatan Gizi Masyarakat, Ternyata Bisa Cegah Stunting
Protein punya sejumlah manfaat bagi tubuh, menjaga sistem kekebalan tubuh, mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan hingga mencegah stunting.
Penulis: Vintoko
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Peningkatan gizi masyarakat ternyata tidak terlepas dari setiap makanan yang dikonsumsi.
Makanan memiliki peran penting untuk memberikan asupan yang bermanfaat bagi tubuh.
Satu di antara nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah protein.
Diketahui, ada beberapa makanan yang menjadi sumber protein, seperti ikan, telur, daging, susu atau kacang-kacangan.
Protein punya sejumlah manfaat bagi tubuh, mulai dari sumber energi, menjaga sistem kekebalan tubuh, mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan.
Melihat pentingnya manfaat protein, masyarakat disarankan mengonsumsi makanan yang tinggi protein, baik dari sumber protein hewani dan nabati.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi protein per kapita pada 2023 sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi protein nasional yaitu 62,33 gram atau naik 0,12 gram dari tahun 2022.
Sementara itu, berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), konsumsi telur, daging, susu dan produk turunannya di Indonesia termasuk yang rendah di dunia.
Konsumsi telur antara 4-6 kg/tahun; konsumsi daging kurang dari 40 g/orang, serta konsumsi susu dan produk turunannya 0-50 kg/orang/tahun.
Sebagaimana diketahui, telur, daging dan susu merupakan sumber protein hewani yang tinggi dan sangat bermanfaat bagi peningkatan gizi hingga bisa menjadi kunci untuk mencegah stunting.
Lalu, seperti apakah pentingnya protein terkhusus protein hewani bagi tubuh?
Dokter Spesialis Gizi RS dr.Oen Solo Baru, dr. Rosa Kristiansen, Sp.GK menjelaskan protein hewani merupakan sumber protein yang berasal dari hewan, seperti ayam, ikan, telur, udang dan sapi.
"Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh sebagai bahan pembangun dan regenerasi jaringan, membentuk sel-sel imunitas, enzim dan hormon, serta memelihara berbagai fungsi tubuh," kata Rosa Kristiansen kepada TribunWow.com, Jumat (20/9/2024).
Dijelaskannya, orang dewasa umumnya membutuhkan protein sebesar 0,8-1gr protein per kilogram berat badan per hari.
Kebutuhan ini, kata dia, bisa berubah jika ada penyakit tertentu yang dialami atau kondisi tertentu.
Sumber: TribunWow.com
| Berawal dari Perhatian hingga Berujung Ancaman, Begini Pendapat Psikolog Tentang Pola Child Grooming |
|
|---|
| Segala Jenis Manipulasi Harus Diwaspadai Orang Tua, Ini Pendapat Psikolog Tentang Child Grooming |
|
|---|
| Waktu Penanganan Cepat Cegah Stroke, Dokter Spesialis Neurologi Ungkap Rahasia Trombolisis |
|
|---|
| Waspadai 2 Jenis Risiko Stroke, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Neurologi |
|
|---|
| Kenali Gejala Stroke dari Senyum Tak Simetris hingga Bicara Pelo, Ini Penjelasan Dokter Spesialis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-yang-kaya-akan-protein.jpg)